ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI BERDASARKAN STATUS PENGUASAAN LAHAN SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI BERDASARKAN STATUS PENGUASAAN LAHAN SAWAH IRIGASI DI KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA


Pengarang

CUT IDATUL FITRIAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305102010058

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Indonesia merupakan negara agraris karena mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Tingginya pertambahan sehingga jumlah penduduk yang bertambah tidak sebanding dengan luas lahan yang tetap. Akibatnya lahan pertanian banyak dialih fungsikan menjadi areal non pertanian. Pada tahun 2017 rata-rata luas lahan yang dikuasai per RTP yaitu 2.589 m2. Akibatnya petani yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak memiliki lahan sawah sendiri akan memilih menggarap lahan sawah orang lain untuk menambah pendapatannya. Hal ini menyebabkan munculnya status penguasaan lahan petani pemilik penggarap, penyewa, penyakap dan pemegang gadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh pada usahatani padi sawah berdasarkan status penguasaan lahan petani pemilik-penggarap, petani penyakap, petani penyewa dan petani pemegang gadai di Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Selanjutnya teknik pengambilan sampel ditentukan dengan cara stratified random sampling. Pengambilan sampel berdasarkan sistem penguasaan lahan sebesar 15%. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, R/C Ratio dan Break Event Point (BEP). Hasil analisis pendapatan tertinggi yaitu pada petani dengan status lahan milik sebesar Rp. 8.322.235 /Ha/MT, selanjutnya pendapatan petani dengan status lahan sewa yaitu sebesar Rp. 8.201.947 /Ha/MT. Sedangkan pendapatan petani dengan status lahan gadai sebesar Rp. 8.075.218/Ha/MT. Pendapatan terendah yaitu pada status lahan sakap mencapai Rp. 8.029.151/Ha/MT. Berdasarkan hasil perhitungan R/C Usahatani padi sawah beririgasi pada petani pemilik-penggarap dan petani penyewa lebih menguntungkan dibandingkan dengan petani pemegang gadai dan petani penyakap.
Kata kunci: Pendapatan, Status Penguasaaan Lahan, Petani Padi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK