<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44343">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP TERBENTUKNYA PERMUKIMAN KUMUH (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>DESA ALUE NAGA, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AULIA RAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP TERBENTUKNYA PERMUKIMAN KUMUH&#13;
(STUDI KASUS : DESA ALUE NAGA, KECAMATAN SYIAH KUALA, BANDA ACEH)&#13;
&#13;
&#13;
Nama  : Aulia Rahmah&#13;
NIM    : 1404104010098&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Kota  Banda  Aceh  saat ini sedang  berbenah  diri dalam  berbagai  aspek  perkotaan  agar menjadi kota yang lebih baik. Hal ini terkait dengan inisiasi pemerintah pusat untuk meminimalkan  tingkat  kekumuhan  di  Indonesia  dengan  program  ‘kotaku’  yaitu  kota tanpa kumuh. Permukiman  kumuh merupakan  masalah yang dihadapi oleh kota Banda Aceh.  Terdapat  beberapa  kawasan  kumuh  yang  menjadi  prioritas  yaitu  Alue  Naga, Lampulo, Seutui, Peuniti, dan Lueng Bata.   Desa Alue Naga merupakan kawasan permukiman  yang  seharusnya  bebas  dari kumuh  dikarenakan  kawasan  ini mempunyai keindahan alam yang menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata bahari. Dikatakan kumuh, sebab masih memiliki masalah  dengan tata ruang, sampah, dan air bersih. Hal tersebut juga didukung oleh perilaku masyarakat  yang berpenghasilan  rendah dan tidak tetap, atau berproduksi subsisten yang hidup dibawah garis kemiskinan. Perilaku tersebut menciptakan  gaya hidup yang tidak peduli lingkungan sehingga menimbulkan  masalah- masalah  dalam  lingkungan  permukiman.  Untuk  itu  perlu  dilakukan  penelitian  yang mendalam untuk mengetahui perilaku masyarakat yang menyebabkan kekumuhan di desa Alue Naga. Penelitian  ini tidak hanya melihat perilaku masyarakat,  tetapi juga melihat sebab  akibat  dari  perilaku  tersebut,   dalam  hal  ini  yang  dimaksud   adalah  kondisi masyarakat   ditinjau   dari   aspek   sosial,   ekonomi,   dan   budaya,   serta   kemungkinan penyelesaian masalahnya. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat   berpengaruh   terhadap   kekumuhan   lingkungan   hidup.   Perilaku-perilaku tersebut terbentuk karena adanya teori dorongan (drive theory), kebiasaan (conditioning) dan dengan menggunakan model.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Permukiman, Kumuh, Perilaku, Desa Alue Naga&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44343</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-02 16:02:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-08-03 09:45:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>