<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44195">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN TOOLS ANALISIS SPASIAL KEKRITISAN LAHAN MENGGUNAKAN MODELBUILDER ARCGIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Akmal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jumlah lahan kritis di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga diperlukan kegiatan rehabilitasi dan perbaikan DAS. Kegiatan rehabilitasi membutuhkan informasi mengenai tingkat kekritisan lahan pada suatu daerah agar memudahkan kegiatan tersebut. Penyusunan peta lahan kritis dilakukan secara per tahap, diantaranya meliputi skoring dan pembobotan, overlay dan reklasifikasi. Proses yang dilakukan secara per tahap membutuhkan waktu tidak sedikit, serta kemungkinan terdapat tahapan yang terlewat dan berulang. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membuat tools untuk mengidentifikasi dan memetakan lahan kritis yang dirancang menggunakan ModelBuilder, sehingga bisa digunakan secara mudah, praktis dan berkala pada ArcToolbox. Setelah tools selesai dibangun, maka dilakukan pengujian terhadap kelayakan sistem (Usability) menggunakan metode System Usability Scale (SUS) yang telah divalidasi oleh John Brooke. Kuesioner dari metode SUS yang memiliki 10 pertanyaan dibagikan kepada 30 responden. Skor yang diperoleh dalam pengujian kelayakan sistem adalah 84.75% yang berarti tools yang dihasilkan termasuk ke dalam grade C (Good). Evaluasi sistem juga dilakukan dengan membandingkan hasil dan proses analisis yang dilakukan menggunakan tools dan tanpa tools. Proses analisis dengan menggunakan tools lebih efektif dibandingkan tanpa tools, karena pengguna dapat melakukan analisis secara berkala tanpa harus melakukan tahapan analisis satu per satu.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Lahan Kritis, ModelBuilder, System Usability Scale (SUS).&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>EROSION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44195</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-08-01 17:52:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-26 10:09:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>