EFEKTIVITAS PROGRAM LIVELIHOOD TERHADAP NELAYAN RNBUDIDAYA DI DESA LAMNGA KECAMATAN MESJID RAYA RNKABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS PROGRAM LIVELIHOOD TERHADAP NELAYAN RNBUDIDAYA DI DESA LAMNGA KECAMATAN MESJID RAYA RNKABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Aprianty - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805102020051

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.13

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

EFEKTIVITAS PROGRAM LIVELIHOOD TERHADAP NELAYAN
BUDIDAYA DI DESA LAMNGA KECAMATAN MESJID RAYA
KABUPATEN ACEH BESAR
Oleh :
Aprianty/ Agribisnis Unsyiah
ABSTRAK
Peristiwa tsunami pada Desember 2004 telah menyebabkan ribuanhektar
budidaya air payau (tambak) produktif hilang dalam hitungan menit. Berbagai
aktivitas peningkatan mata pencaharian (Livelihood) dibidang perikananan
budidaya telah banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan di Desa Lamnga
Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Metode Analisis data
menggunakan metode statistik sederhana dan statistik uji-t berpasangan (paired t-test). Hasil penelitian bahwa efektivitas program livelihoodadalah sebesar
47,78%, yang artinya program tersebut tidak efektif dilihat dari segi ketepatan
sasaran, ketepatan jumlah dan ketepatan waktu pemberian bantuan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi efektivitas program Livelihoodadalah ketidaktepatan
sasaran, ketidaktepatan jumlah bantuan, dan ketidaktepatan waktu penyaluran
bantuan dan faktor lain seperti bantuan yang diberikan berbasis kebutuhan, proses
birokrasi yang terlalu lama, jumlah bantuan tidak sesuai dengan kebutuhan,
perilaku nelayan yang menganggap bantuan sebagai proyek dan tidak adanya
pertanggung jawaban dari bantuan yang telah diterima. Pendapatan nelayan
budidaya sebelum adanya program adalah sebesar Rp. 1.888.333/bulandan
setelah adanya program menjadi Rp 1.448.333/bulan. Hasil dari uji-t berpasangan
diperoleh hasil bahwa nilai t. hitung (-0,98) < t. tabel (-1,69) yang artinya tidak
terdapat perbedaan/tidak adanya peningkatan terhadap pendapatan nelayan
budidaya setelah adanya program livelihood.
Kata Kunci: Efektivitas, program livelihood, Lamnga, nelayan budidaya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK