<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44011">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR RESIKO KEMATIAN ANAK SEBAGAI KORBAN KONFLIK DI WILAYAH THAILAND SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI SAPUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konflik dapat didefinisikan sebagai segala macam bentuk interaksi pertentangan antara dua atau lebih pihak yang timbul karena adanya perbedaan status, tujuan, nilai atau presepsi. Akibat dari terjadinya konflik di suatu daerah adalah timbulnya korban jiwa, baik yang korban luka maupun meninggal dunia. Anak-anak merupakan masyarakat yang beresiko lebih besar menjadi korban akibat terjadinya konflik. Di Thailand Selatan, konflik terjadi di 4 propinsi yang mayoritas penduduknya beragama Islam yaitu Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkhla. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi resiko kematian anak saat konflik di Thailand Selatan dan menentukan model dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode regresi logistik biner. Metode ini dipilih karena variabel respon yang digunakan bersifat dikotomous. Variabel respon dikotomous yaitu resiko anak tewas atau tidak pada saat konflik di Thailand Selatan. Data yang digunakan adalah data jumlah anak di bawah 18 tahun yang menjadi korban konflik dari tahun 2004 sampai 2014 di Thailand Selatan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi resiko kematian anak saat konflik di Thailand Selatan adalah jenis kelamin (odds ratio = 1,99; SK 95% = 1,38-2,88), tipe senjata yang digunakan yaitu bom (odds ratio = 0,16; SK 95% = 0,1-0,26) dan lainnya (odds ratio = 2,46; SK 95% = 1,55-3,9), dan tempat terjadinya kekerasan yaitu lapangan terbuka (odds ratio = 2,9; SK 95% = 1,54-5,48). Secara umum, anak-anak yang berada di lapangan terbuka, dan berjenis kelamin perempuan pada saat konflik di Thailand Selatan memiliki resiko kematian yang lebih besar untuk menjadi korban akibat terkena bom maupun senjata jenis lainnya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FORGIVENESS-PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>44011</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-07-30 12:11:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-31 09:05:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>