<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="43979">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI RADIASI DAN SUHU TERHADAP PELACAKAN TITIK DAYA MAKSIMUM MODUL SURYA DENGAN METODE GREY WOLF OPTIMIZATION</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI FAULIANUR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Modul surya memiliki karakteristik arus dan tegangan yang tidak linear dimana terdapat suatu nilai daya yang maksimum. Karakteristik daya modul surya akan berubah tergantung tingkat radiasi dan suhu yang diterima pada permukaan modul. Selain itu karakteristik daya juga berubah pada saat modul mengalami gangguan shading yang menghasilkan beberapa puncak daya. Karena karakteristik daya yang berubah maka diperlukan sebuah metode pelacakan daya maksimum untuk menghindari energi yang hilang. Daya kerja titik maksimum dari sebuah modul surya dapat dilacak dengan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) . Ada beberapa metode MPPT yang populer diantaranya Perturb and Observe (P&amp;O) dan Incremental Conductance (IC). Metode P&amp;O dan IC memiliki kelemahan yaitu titik daya maksimum berosilasi disekitar titik kerja maksimumnya. Sedangkan metode IC lebih baik namun metode ini membutuhkan waktu yang lama dalam proses pelacakan sehingga beban komputasi menjadi berat.  Metode P&amp;O juga gagal dalam melacak daya maksimum pada kondisi beberapa puncak daya. Metode MPPT mulai diteliti dengan metode seperti Grey Wolf Optimization (GWO).  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh radiasi dan suhu terhadap kemampuan metode GWO dalam memperoleh titik daya maksimum modul surya pada kondisi normal dan shading. Metode  GWO bekerja bersama boost converter untuk pelacakan daya maksimum. MPPT berbasis GWO  diuji pada single modul surya crystalline silicon pada beberapa kondisi dengan software Matlab/Simulink. Hasil yang diperoleh  metode GWO berhasil melacak daya maksimum dengan tepat dengan tingkat keakurasian rata-rata 99,40 % dan kecepatan pelacakan dayanya sekitar 0,15 detik pada semua kondisi yang diteliti. Metode GWO lebih akurat dan cepat melacak daya maksimum dibandingkan dengan metode P&amp;O pada kondisi shading.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPUTER ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PHOTOVOLTAIC CELLS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OPTIMIZATION - SYSTEMS</topic>
 </subject>
 <classification>621.381 542</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>43979</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-07-27 16:17:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-14 14:37:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>