HUBUNGAN INTERNALISASI BUDAYA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN INTERNALISASI BUDAYA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ACEH BESAR


Pengarang

WILIZA UMAMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1412101010071

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Persepsi yang salah dari masyarakat selama kehamilan yang tidak mendukung kesehatan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya anemia defisiensi zat besi selama kehamilan. Banyak dari ibu hamil yang masih melakukan pantangan-pantangan terhadap makanan serta memiliki norma dan kepercayaan yang menyimpang dengan bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan internalisasi budaya dengan kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Jenis penelitian ini yaitu descriptive correlative, dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah 158 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Sampel penelitian ini adalah 126 ibu hamil yang ditetapkan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan alat ukur angket yang dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan tujuan teoritis. Penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil pengolahan data didapatkan bahwa tabu dalam makanan pada kategori mendukung sebesar 53.2% dan anemia sebesar 68.7% (p-value 0.041). Untuk norma/kepercayaan didapatkan sebesar 52.4% mendukung dan anemia sebesar 69.7% (p-value 0.024). Sehingga H0 ditolak, yang berarti ada hubungan tabu dalam makanan, norma/kepercayaan dengan kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro Aceh Besar. Diharapkan kepada pihak Puskesmas khususnya bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk memberikan informasi kepada ibu hamil pada setiap kunjungan kehamilan terkait budaya yang bertentangan dengan kesehatan terutama tentang pantangan makanan yang mengandung zat besi (Fe) dan kepercayaan yang tidak sesuai.

Kata Kunci : anemia zat besi, budaya, kehamilan, kepercayaan, tabu
Sumber Bacaan :17 buku + 35 jurnal + 1 skripsi + 1 tesis + 10 artikel (2000 – 2018)

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK