PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BAHAN KOMPOSIT SERAT ALAM PADA MESIN SKRAP DAN MESIN FREIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BAHAN KOMPOSIT SERAT ALAM PADA MESIN SKRAP DAN MESIN FREIS


Pengarang

Syah Ranoswandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0704102010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.902

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TEHADAP KUALITAS PERMUKAAN BAHAN KOMPOSIT SERAT ALAM PADA MESIN SKRAP DAN MESIN FREIS

Syah Ranoswandi
0704102010086


Abstrak

Serat alam seperti serat rubek (calotropis gigantea) berpotensi untuk dijadikan penguat material komposit karena serat ini banyak terdapat di alam dan tidak perlu proses pengerjaan lainnya, disamping itu serat alam ini memiliki sifat yang dapat diatur sesuai dengan keperluan dan penggunaannya. Dalam penelitian ini benda kerja merupakan bahan komposit menggunakan serat rubek sebagai penguat dan resin polyester sebagai bahan matrik. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode Hand Lay-Up. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mampu mesin (machinability), pengaruh parameter pemotongan dan untuk mendapatkan parameter yang sesuai pada proses pemotongan dengan menggunakan mesin skrap dan dan mesin freis terhadapat kualitas permukaan serta untuk mengetahui pengaruh kerusakan terhadap gaya pemotongan pada bahan komposit dengan serat rubek. Proses pemotongan dilakukan dengan mesin skrap dan mesin freis. Pada proses skrap kecepatan potong yang digunakan adalah 40, 60 dan 80 langkah/min, pemakanan 0,1, 0,2 dan 0,3 mm/langkah dengan kedalaman potong 1 mm. Sedangkan pada proses milling kecepatan potong yang digunakan adalah 2,7 dan 13 m/min, kecepatan pemakanan 20, 32, dan 45 mm/min dengan kedalaman potong 1 mm. Dari hasil pengujian pada proses skrap pada pemakanan 0,1 langkah/mim lebih halus jika dibandingkan dengan pemakanan 0,2 dan 0,3 langkah/min, kenaikan kecepatan potong tidak diikuti dengan kenaikan gaya potong, geometri sudut pada benda kerja sangat mempengaruhi hasil pemotongan dengan memvariasikan sudut benda kerja dapat mengurangi kerusakan pada benda kerja. Sedangkan untuk hasil pemotongan milling, kecepatan pemakanan (Vf) 20 mm/min lebih halus dibandingkan pemotongan dengan parameter yang lain. Proses pemesinan untuk komposit serat rubek memiliki permukaan yang berbeda dan bahan ini dapat digolongkan kepada material yang bersifat getas, karena dengan benturan yang kecil cepat terjadi pecah (chipping) pada bagian awal dan akhir pemotongan.

Kata kunci: Komposit, Serat rubek, Mampu mesin, Skrap,Milling.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK