ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

Zainatunnisa - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1412101010037

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Penerbit

Banda Aceh : fakultas keperawatan universitas syiah kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Mata Kuliah Umum Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa, namun tidak semua mahasiswa mengikuti MKU tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada mahasiswa yang mengikuti dan mahasiswa yang tidak mengikuti MKU tersebut. Penelitian ini berdesain comparative study dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan 196 responden yang terdiri dari dua kelompok. Kelompok yang mengikuti MKU tersebut berjumlah 94 responden dan kelompok yang tidak mengikuti MKU tersebut berjumlah 102 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO/ISDR (2006). Metode analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan kesiapsiagaan mahasiswa yang mengikuti MKU tersebut berada pada kategori sangat siap (94,7%), sedangkan mahasiswa yang tidak mengikuti MKU tersebut berada pada kategori siap dan hampir siap (56,9%). Hasil uji chi square didapatkan p-value = 0,000 (? = 0,05) yang berarti ada perbedaan kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami pada mahasiswa yang mengikuti dan mahasiswa yang tidak mengikuti MKU tersebut. Penelitian ini membuktikan bahwa kurikulum berbasis pendidikan bencana efektif meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang mendapatkan pendidikan bencana di kampus mempunyai kesiapsiagaan bencana yang sangat siap. Saran peneliti agar Unsyiah lebih sering melakukan simulasi bencana serta mahasiswa lebih mengupgrade pengetahuan terkait bencana dengan mengikuti seminar/pelatihan bencana untuk mempertahankan dan meningkatkan kesiapsiagaan pada mahasiswa.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK