PEMAKNAAN TRADISI KENDURI “BUNGO KAYU” DI DESA KEUMUMU SEBERANG KECAMATAN LABUHANHAJI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMAKNAAN TRADISI KENDURI “BUNGO KAYU” DI DESA KEUMUMU SEBERANG KECAMATAN LABUHANHAJI TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN


Pengarang

WERY SETIAWAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306101010045

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Wery Setiawan. 2018. Pemaknaan Kenduri "Bungo Kayu" di Desa Keumumu Seberang Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Dr. Rusli Yusuf, M. Pd., (2) Dr. Saiful, S.Pd., M.Si
Kata Kunci : Pemaknaan tradisi, Kenduri Bungo Kayu
Penelitian ini berjudul "Pemaknaan Tradisi Kenduri Bungo kayu di Desa Keumumu Seberang Kecamatan Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan". Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan pemaknaan dari kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana masyarakat memaknai tradisi kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial keagamaan. (2) Bagaimana masyarakat memaknai tradisi kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. (3) Bagaimana upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi kenduri bungo kayu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pemaknaan tradisi kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial keagamaan. (2) Untuk mengetahui pemaknaan tradisi kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. (3) Untuk mengetahui bagaimana upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi kenduri bungo kayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 12 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Masyarakat memaknai tradisi kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial keagamaan seperti dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Allah, mengingatkan masyarakat untuk tetap bersyukur kepada Allah, serta dapat memperkuat tali persaudaraan. (2) Masyarakat memaknai tradisi kenduri bungo kayu dalam kehidupan sosial kemasyarakatan yaitu dengan mengikuti kegiatan yang dikhususkan untuk menyampaikan norma hukum serta nasihat yang baik kepada masyarakat sehingga dengan kegiatan tersebut dapat membuat masyarakat untuk saling membantu, mempertegas norma hukum yang berlaku, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan alam (3) Bentuk upaya masyarakat dalam melestarikan keduri bungo kayu yaitu dengan melaksanakan kenduri bungo kayu itu sendiri. Artinya dengan membawa anak-anak untuk melihat secara langsung tentang pelaksanaan kenduri bungo kayu, mereka akan mengerti bahwa kenduri ini merupakan tradisi yang sakral sehingga perlu untuk tetap dipertahankan. Saran dalam penelitian ini yaitu (1) Masyarakat diharapkan agar lebih memahami tentang makna yang terkandung dalam tradisi kenduri bungo kayu. (2) Tokoh masyarakat diharapkan agar lebih aktif lagi untuk memperkenalkan tradisi kenduri bungo kayu kepada generasi penerus agar pelaksanaannya tetap dipertahankan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK