<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="43075">
 <titleInfo>
  <title>MENDETEKSI KERUSAKAN PAHAT POTONG MELALUI SENSOR ACCELEROMETER DAN STRAIN GAUGE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nanda Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kerusakan pahat potong sangat berefek pada hasil produk, sehingga mengurangi kualitas dan mengalami perubahan dimensi pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kerusakan pahat potong melalui sensor accelerometer dan strain gauge pada proses pembubutan batang silinder hidrolik SAE 1045 menggunakan pahat karbida berlapis. Proses pemesinan dilakukan dengan varisai parameter pemotongan kedalaman potong 0,5 dan 1,0 mm, laju pemakanan 0,5 dan 0,7 mm/min dan kecepatan potong yang konstan pada 1300 rpm. Pengujian ini dilakukan dengan tiga jenis kondisi keadaan pahat potong yaitu pahat baru, kondisi pahat aus sedang (0,15 mm) dan kondisi pahat aus kritis (0,3 mm). Sensor yang digunakan adalah accelerometer dan strain gauge yang diletak pada pemegang pahat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa parameter kurtosis, RMS dan standar deviasi dipengaruhi oleh kondisi pahat. Mempunyai hubungan terhadap perubahan keausan mata pahat, hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan perubahan mata pahat baru, mata pahat keausan sedang dan keausan kritis. Adapun amplitudo sinyal strain gauge juga menunjukkan perubahan yang signifikan ketika terjadi kerusakan pahat. Hal ini menunjukkan semakin besar keuasan yang terjadi maka sinyal yang keluar semakin tinggi.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>43075</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-07-07 23:49:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-09 10:04:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>