<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="42983">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD ZAKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hermadi (2016) berpendapat bahwa kombinasi dari Asbuton dan Crumb Rubber dapat&#13;
digunakan sebagai aspal modified untuk meningkatkan maksimum Performance Grade &#13;
(PG) temperatur aspal sampai PG 82. Akibat ada permasalahan yang tidak lazim&#13;
antara kebijakan owner agar proyek MYC WIL.I-2C menggunakan 10% Buton&#13;
Natural Asphalt Rubber (BNA-R) sedangkan dispesifikasi tertera 20% BNA-R,&#13;
kemudian lama pekerjaan ini akibat metode pelaksanaan 1 ketel aspal. Tujuan&#13;
penelitian ini untuk mendapatkan berapa sebenarnya kekuatan-kekuatan antara&#13;
BNA CR1 10% dan  BNA CR1 20% dibandingkan dengan BNA CR1 0%&#13;
(pen.60/70) yang dilakukan di laboratorium Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas&#13;
Syiah Kuala Banda Aceh. Kemudian untuk mendapatkan metode yang sesuai&#13;
dengan kapasitas produksi berdasarkan pengamatan di lapangan untuk penggantian&#13;
metode kerja dari pemakaian 1 ketel aspal menjadi 2 ketel aspal. Dari hasil&#13;
penelitian didapatkan nilai stabilitas tanpa substitusi BNA-R yaitu 1164 kg,&#13;
sedangkan substitusi terbaik untuk variasi BNA-R didapat pada kadar persentase&#13;
20%  yaitu 1462 kg dan nilai stabilitas BNA-R 10% sebesar 1440 kg. Nilai&#13;
parameter untuk tanpa dan dengan substitusi BNA-R yang dihasilkan berupa&#13;
stabilitas, flow, MQ, density, VIM, VMA dan VFA masih memenuhi spesifikasi&#13;
Bina Marga revisi 3 tahun 2014 dan spesifikasi interim 3 revisi 2 Direktorat&#13;
Jenderal Bina Marga tahun 2015 yaitu ? 1000 kg untuk campuran laston AC-WC&#13;
Mod. Nilai durabilitas tanpa substitusi yaitu sebesar 105.17%, sedangkan nilai&#13;
durabilitas BNA CR-1 10% yaitu 101.14% dan nilai durabilitas BNA CR-1 20%&#13;
sebesar 100.81%. Semua nilai durabilitas telah memenuhi syarat yang ditentukan&#13;
Bina Marga tahun 2014 yaitu ?90%. Berdasarkan pengamatan di lapangan dengan &#13;
metode modifikasi bisa meningkatkan kapasitas produksi aspal hingga 75.5%. &#13;
 &#13;
&#13;
Kata Kunci : Marshall test, BNA CR1, Metode, Modifikasi, Jadwal</note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>42983</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-07-06 10:29:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-08-02 15:05:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>