KESIAPSIAGAAN PETUGAS PEMASYARAKATAN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (STUDI PADA RUTAN KLAS II B BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KESIAPSIAGAAN PETUGAS PEMASYARAKATAN DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI (STUDI PADA RUTAN KLAS II B BANDA ACEH)


Pengarang

Farid Dennawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200140011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

363.349 5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK



Tingkat kesiapsiagaan yang baik dari petugas pemasyarakatan di Rutan maupun Lapas akan sangat menentukan kesiapsiagaan secara keseluruhan saat terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami terjadi. Tahanan adalah seorang tersangka atau terdakwa yang ditempatkan di dalam Rutan.Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan petugas pemasyarakatan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami dan mengkaji kebijakan standar operasional prosedur dalam penanggulangan bencana di Rutan Klas II B Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed method) terdiri dari penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan sequential explanatory yang merupakan metode kombinasi yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif, data kuantitatif diperoleh dari data kuesioner yang dibagikan kepada 30 petugas pemasyarakatan, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara dengan 5 informan kunci kemudian data tersebut dianalisis dengan melakukan scoring untuk menentukan tingkat kesiapsiagaan serta triangulasi untuk mengolah data hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kesiapsiagaan petugas pemasyarakatan di Rutan Klas II B Banda Aceh sebesar 90 % (27 orang) berada pada kategori kurang siap, 6,7 % (2 Orang) berada pada kategori hampir siap dan hanya 3,3 % (1 orang) berada pada kategori siap. Rutan Klas II B Banda Aceh tidak mengetahui adanya Standar Operasional Prosedur yang berhubungan dengan kesiapsiaagan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

Kata Kunci: kesiapsiagaan, petugas pemasyarakatan



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK