Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INTERPRETASI DATA ANOMALI GRAVITASI UNTUK IDENTIFIKASI ENDAPAN ALLUVIUM DI KUALA GIGIENG, ACEH BESAR
Pengarang
MUTIARA QALBI P - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1404107010063
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Aceh Besar dan Kota Banda Aceh merupakan kawasan pesisir yang dipengaruhi oleh proses sedimentasi. Kawasan ini didominasi oleh daratan berupa delta akibat aktivitas Krueng Aceh. Proses sedimentasi dapat dikaji menggunakan metode gravitasi berdasarkan distribusi percepatan gravitasi bawah permukaan. Pengukuran data gravitasi menggunakan alat Gravitimeter Scintrex CG-5. Jumlah titik pengukuran adalah 120 dan luas area pengukuran adalah 1858 x 725 m2.. Terdapat beberapa koreksi dalam pengolahan data gravitasi, seperti koreksi drift, pasang surut, lintang, koreksi udara bebas, koreksi bouguer dan koreksi medan. Koreksi-koreksi ini dilakukan untuk mendapatkan Anomali Bouguer Lengkap. Data anomali Bouger lengkap tersebut dipisakan antara efek lokal dan regional. Profil nilai Anomali residual digunakan untuk pemodelan ke depan menggunakan Software Grav2Dc. Model 2D menunjukkan struktur bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari 3 lapisan. Lapisan pertama diinterpretasikan sebagai lapisan aluvium 2 jenis pengendapan yaitu batuan aluvium pasiran (???? = 1.66 gr/cm3) dan batu lempung (???? = 2,07 gr/cm3). Lapisan kedua diinterpretasikan sebagai batu pasir (???? = 2.11 gr/cm3). Lapisan ketiga diinterpretasikan sebagai batu pasir tufaan (???? = 2.18 gr/cm3). Perbedaan distribusi nilai densitas mendeskripsikan lokasi pengukuran data terdiri atas lebih dari satu jenis material sedimen yang telah terendapkan. Urutan pengendapan dimulai dari batu pasir, batu lempung dan aluvium pasiran, kemudian terjadi pengulangan pengendapan antara aluvium pasiran dan batu lempung disebabkan oleh erosi pantai di atas permukaan.
Kata Kunci: Metode Gravitasi, Anomali Bouger Lengkap, Endapan Aluvium,
Kuala Gigieng.
Tidak Tersedia Deskripsi
PEMODELAN ENDAPAN SEDIMEN PANTAI DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE GRAVITY (REXI ADITA SURYA, 2019)
ANALISIS DATA ANOMALI GRAVITASI UNTUK IDENTIFIKASI PROSPEK SEBARAN MINERAL DI KAWASAN SIRON BLANG, ACEH BESAR (MAULIDATUL HASANAH, 2023)
INTERPRETASI DATA ANOMALI GRAVITASI UNTUK IDENTIFIKASI ENDAPAN ALLUVIUM DI KUALA GIGIENG, ACEH BESAR (MUTIARA QALBI P, 2018)
IDENTIFIKASI ZONA ALTERASI LAPANGAN PANAS BUMI GUNUNG BUR NI TELONG, BENER MERIAH, ACEH BERDASARKAN DATA PENGUKURAN GRAVITASI (Muhazir, 2016)
STUDI ENDAPAN SEDIMEN PADA KAWASAN PANTAI DESA TIBANG, MENGGUNAKAN METODE GRAVITY (Rieska Gusti Mentari, 2019)