STUDI KUAT TEKAN MORTAR 1:2 DENGAN MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDI KUAT TEKAN MORTAR 1:2 DENGAN MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN


Pengarang

Sarah Soraya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanah diatomae merupakan batuan sedimen silika yang memiliki sifat mekanis sebagai bahan pengikat sehingga sangat cocok menjadi alternatif pemilihan bahan pozzolan yang baik. Deposit tanah diatomae di Kabupaten Aceh Besar cukup tinggi, hal ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) didaerah Aceh. Selain itu penggunaan tanah diatomae sebagai substitusi semen juga dapat mengurangi beban polutan yang ditimbulkan akibat industri semen. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menguji nilai kuat tekan mortar dengan cara mensubstitusikan beberapa persen dari semen dengan tanah diatomae. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan mortar yang lebih ekonomis dan memenuhi spesifikasi SNI. Pada penelitian ini tanah diatomae yang digunakan berasal dari Desa Lampanah Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Setelah diketahui kandungan tanah diatomae, selanjutnya dibuat campuran mortar menggunakan campuran semen, agregat halus, tanah diatomae dan air. Semen yang digunakan ada dua tipe, yaitu adalah Ordinary Portland Cement dan Portland Composite Cement yang kemudian disubstitusikan tanah diatomae sebanyak lima variasi yaitu 0%, 10%, 20% 30% dan 40%. Benda uji mortar berbentuk kubus dengan ukuran sisi 5 cm, dilakukan pengujian kuat tekan terhadap benda uji mortar pada saat umur 1, 3, 7 dan 28 hari. Hal ini bertujuan agar hasil yang didapatkan lebih akurat serta dapat diperhatikan kenaikan nilai kuat tekan mortar. Dari hasil penelitian kuat tekan mortar menurun seiring dengan penambahan substitusi tanah diatomae. Namun, walaupun kuat tekan mortar mengalami penurunan tetapi hasil yang didapatkan masih memenuhi mortar tipe M pada SNI 03-6882-2002 yaitu dengan kuat tekan diatas 17,2 Mpa. Dengan demikian tanah diatomae yang banyak terdapat didaerah Aceh Besar dapat dimanfaatkan dengan baik serta menghasilkan mortar yang lebih ekonomis.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK