PERBANDINGAN HASIL PSEUDOGRAVITASI DAN REDUKSI KE KUTUB BERDASARKAN DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL DALAM MENGIDENTIFIKASI ENDAPAN ALUVIAL DI KAWASAN KUALA GIGIENG, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBANDINGAN HASIL PSEUDOGRAVITASI DAN REDUKSI KE KUTUB BERDASARKAN DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL DALAM MENGIDENTIFIKASI ENDAPAN ALUVIAL DI KAWASAN KUALA GIGIENG, ACEH BESAR


Pengarang

Maharani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404107010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banda Aceh dan sebagian Kabupaten Aceh Besar merupakan kawasan yang terbentuk dari pengendapan delta. Kajian proses sedimentasi pada kawasan ini akan dapat memberikan informasi pendudukan dan bencana purba. Kami telah melakukan pengukuran metode magnetik di Kawasan Kuala Gigieng, Aceh Besar, untuk kajian sedimentasi tersebut. Titik pengukuran dibuat dalam bentuk grid sebanyak 120 stasiun dengan luas daerah pengukuran 1,82 km x 0,73 km. Pada metode magnetik proses pengolahan data mudah, namun interpretasi hasil anomali medan magnetik total relatif sulit terutama di daerah lintang geomagnetic rendah. Transformasi pseudogravitasi dan reduksi ke kutub merupakan metode yang dapat digunakan untuk mempermudah interpretasi data anomali medan magnetik tersebut. Kedua metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi target anomali magnetik total pada kawasan Kuala Gigieng. Hasil dari transformasi pseudogravitasi memiliki kesamaan dengan hasil dari reduksi ke kutub. Nilai maksimum dan minimum pada peta kontur transformasi pseudogravitasi dan reduksi ke kutub menunjukkan adanya perbedaan topografi. Nilai maksimum berada pada topografi rendah dan nilai minimum berada pada topografi tinggi. Topografi rendah dan tinggi tersebut dipengaruhi oleh proses pengendapan aluvial. Hasil pengendapan menunjukkan urutan waktu. Batuan berumur tua terbentuk jauh dari pantai dan batuan berumur muda terbentuk dekat pantai. Urutan pengendapan dimulai dari batupasir, batulempung dan aluvial pasiran. Kemudian terjadi pengulangan endapan batupasir dan aluvial pasiran adanya erosi pantai dengan arah yang sejajar dengan garis pantai.

Kata kunci: anomali medan magnetik total, transformasi pseudogravitasi, reduksi ke kutub, Kuala Gigieng, endapan aluvial.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK