GAYA TARIK AKAR BAMBU TERHADAP STABILITAS LERENG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

GAYA TARIK AKAR BAMBU TERHADAP STABILITAS LERENG


Pengarang

Ismail - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104101010113

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kelongsoran dan erosi merupakan bencana yang sering terjadi pada lereng-lereng
yang alami. Pada lereng yang bersudut kritis, jenis tanah berbatuan kurang padat dan
ketinggian lereng dapat menyebabkan stabilitas pada lereng berkurang. Akar pohon
sebagai perkuatan berperan penting dalam melindungi massa tanah. Tanaman bambu
mempunyai sistem perakaran serabut dengan akar rimpang yang sangat kuat,
meskipun berakar serabut pohon bambu sangat tahan terhadap terpaan angin kencang.
Melalui pengamatan langsung oleh penulis di lapangan, kondisi lereng yang terdapat
pohon bambu tidak mudah tergerus oleh air sungai, sehingga lereng tidak mudah
mengalami longsor. Oleh karena itu, akar bambu yang diteliti apakah berpengaruh
terhadap kekuatan geser terhadap stabilitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan nilai kekuatan tarik akar yang dapat mempengaruhi kekuatan geser tanah
pada lereng. Hasil klasifikasi pengujian di laboratorium menunjukkan hasil bahwa
pada lokasi lereng normal memiliki jenis tanah lanau anorganik dan lokasi banjir
bandang adalah lempung anorganik. Hasil pengujian geser langsung (direct shear)
pada penelitian ini didapatkan nilai sudut geser dalam (?) rata-rata pada lokasi normal
adalah 19,67º dan nilai kohesi (c) yaitu sebesar 0,50 kg/cm2. Sementara, untuk lokasi
banjir bandang nilai sudut geser dalam (?) rata-rata adalah 12º dan nilai kohesi (c)
yaitu sebesar 0,283 kg/cm2. Hasil yang didapat pada penelitian di lapangan
berdasarkan grafik adalah gaya tarik akar cenderung meningkat seiring bertambahnya
jumlah dan diameter akar. Sementara, kekuatan tarik akar yang kurang dari tiga
cenderung menurun dengan signifikan, sedangkan jumlah akar lebih dari tiga
kekuatan tarik akar tidak menurun secara signifikan. Perakaran akar bambu pada
lereng dapat meningkatkan nilai kohesi tanah pada lereng yang di akibatkan oleh
interaksi akar dan tanah. Tambahan nilai kohesi yang di dapat dari interaksi akar dan
tanah akan mempengaruhi stabilitas tanah pada lereng.
Kata Kunci : Akar Bambu, Gaya Tarik, Kekuatan Tarik, Stabilitas Lereng.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK