ANALISIS KETERTARIAKN MASYARAKAT UNTUK TINGGAL DI DAERAH TERIMBAS TSUNAMI STUDI KASUS: GAMPONG LAMPULO KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KETERTARIAKN MASYARAKAT UNTUK TINGGAL DI DAERAH TERIMBAS TSUNAMI STUDI KASUS: GAMPONG LAMPULO KOTA BANDA ACEH


Pengarang

MUHAMMAD REZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1301101010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS EKONOMI BISNIS UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Judul Penelitian
: Analisis Ketertarikan Masyarakat Untuk Tinggal di Daerah
Terimbas Tsunami: Studi Kasus Gampong Lampulo Kota Banda
Aceh
Peneliti
: Muhammad Reza
NIM
Jurusan
Fakultas
1301101010006
Ekonomi Pembangunan
Ekonomi
Konsentrasi
:
:
:
: Ekonomi Perkotaan dan Regional
Pembimbing
: Muhammad Ilhamsyah Siregar, S.E., M.A.



Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor penentu keputusan penyintas bencana
tsunami di Aceh untuk menetap di daerah terimbas tsunami. Hasil kajian literatur menjelaskan
bahwa ada beberapa faktor penentu keputusan tersebut, yaitu: ketersediaan lahan, pendapatan,
dan profesi, terutama profesi yang terkait dengan amenitas lokasi tempat tinggal, pendekatan
penelitian ini adalah maximum likelihood estimator yang menggunakan metode logistik dengan
model probit, hasil estimasi menunjukkan bahwa hanya variabel ketersediaan lahan yang
memiliki hubungan searah dengan keputusan menetap di daerah terimbas bencana. Koefisien
estimasinya senilai 0,43262 dan nilai peluang atau odds-ratio adalah 1,541 yang berarti bahwa
orang yang memiliki tanah di Gampong Lampulo sebelum tsunami memiliki peluang 1,541 kali
lebih besar untuk tetap mendiami wilayah terimbas tsunami tersebut dibandingkan dengan orang
yang tidak memiliki tanah, secara statistik, variabel ini signifikan pada tingkat keyakinan 95
persen, mengingat faktor ketersediaan tanah merupakan faktor penentu utama di dalam
keputusan menetap atau pindah dari lokasi bencana, maka intervensi pemulihan pasca bencana
dapat difokuskan pada relokasi penyintas bencana yang tidak memiliki tanah, dan tidak
mengharuskan relokasi bagi masyarakat yang memiliki tanah, mengingat kecondongan untuk
menetap di wilayah bencana, maka intervensi pemerintah untuk pengurangan risiko bencana juga
harus lebih fokus pada upaya mengurangi risiko bencana baik secara struktur (penyediaan
infrastruktur penyelamatan, perluasan jalan untuk evakuasi, dsb) maupun secara perilaku
(adaptasi dengan risiko bencana, dsb)

Kata Kunci: Faktor Penentu, Keputusan Menetap, Penyintas Bencana, Terimbas Bencana,
Banda Aceh, Maximum Likelihood Estimator

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK