<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="42075">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hilal Fajria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas keperawatan universitas syiah kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) menjadi penyebab morbiditas dan &#13;
mortalitas keempat secara global. Pasien PPOK biasnya mengalami dipsnea, &#13;
batuk, mengi, peningkatan produksi sputum dan keterbatasan aktivitas yang dapat &#13;
mempengaruhi tingkat keparahan. Semakin parah penyakit pasien akan &#13;
mengganggu kemandirian, hambatan dalam memenuhi aktivitas sosial dan &#13;
akhirnya akan menimbulkan perasaan cemas dan depresi yang memicu timbulnya &#13;
persepsi terhadap kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk &#13;
mengetahui hubungan antara tingkat keparahan dengankualitas hidup pada pasien &#13;
PPOK. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan desain cross &#13;
sectional study.  Populasi dalam penelitian ini adalah pasien PPOK yang berobat &#13;
jalan ke Poliklinik Paru Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda &#13;
Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah non probability sampling menggunakan &#13;
metode  convinience sampling  dengan jumlah sampel sebanyak 112 responden. &#13;
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terpimpin &#13;
menggunakan kuesioner  COPD Assesment Test (CAT)  (p=0,05) dan  Short Form &#13;
36 (SF-36)  (p=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,2% pasien &#13;
mengalami tingkat keparahan yang tinggi dan 75,0% pasien mempersepsikan &#13;
kualitas hidupnya kurang. Hasil uji  Spearman Rankdidapatkan koefisien korelasi &#13;
(r) sebesar 0,389 dengan nilai p=0,00 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>QUALITY OF LIFE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LUNG DISEASE - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>42075</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-06-29 09:59:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-13 10:07:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>