<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="41929">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI PENYEBAB KEGAGALAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI SIMENTAL DI KECAMATAN AKABILURU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>INDRI HENI SAFITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IDENTIFIKASI PENYEBAB KEGAGALAN INSEMINASI &#13;
BUATAN PADA SAPI SIMENTAL DI KECAMATAN&#13;
AKABILURU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA&#13;
PROVINSI SUMATERA BARAT&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Usaha peternakan sapi potong di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota sampai saat ini masih banyak kendala, yang mengakibatkan rendahnya tingkat produktivitas sapi potong adalah kegagalan inseminasi buatan (IB). Kegagalan IB merupakan suatu keadaan sapi betina yang mengalamai kegagalan untuk bunting setelah dikawinkan dua kali atau lebih. Pengamatan IB ini bertujuan untuk menambah wawasan, keterampilan, pengetahuan khususnya dalam bidang identifikasi penyebab kegagalan IB pada sapi simental di Kecamatan Akabiluru. Kegiatan ini  dilaksanakan di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 15 Januari sampai dengan 15 Maret 2018. Prosedur kegiatan IB ini dilakukan secara rectrovaginal pada sapi simental, menjelaskan gambaran tentang ternak yang birahi, menerima laporan dari pemiliki ternak mengenai sapi birahi, memenuhi panggilan tersebut dengan baik dan tepat waktu, mempersiapkan alat dan bahan IB, melaksanakan IB pada ternak, membuat laporan pelaksanaan IB, dan pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 20 peternak. Hasil kegiatan ini diketahui bahwa kegagalan IB disebabkan oleh 4 faktor yaitu : faktor peternak, faktor operator inseminator, faktor manajemen pemeliharaan dan faktor induk sapi betina. Prevalensi kegagalan IB pada sapi simental pada tingkat peternak sebesar 50% karena ketidaktahuan peternak tentang siklus birahi pada sapi, dan terdentifikasi 60% adanya gangguan pada organ reproduksi sapi betina yang mengalami estrus panjang</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>41929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-06-28 15:36:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-28 15:57:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>