ANALISIS PERPINDAHAN PANAS ASPAL HOT MIX SELAMA PENGANGKUTAN DARI AMP (ASPHALT MIXING PLANT) KE LOKASI PENGHAMPARAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS ASPAL HOT MIX SELAMA PENGANGKUTAN DARI AMP (ASPHALT MIXING PLANT) KE LOKASI PENGHAMPARAN


Pengarang

Rido Rahman - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304102010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aspal hot mix adalah bahan utama untuk perbaikan atau pembangunan jalan di Indonesia terutama di Aceh. Aspal hot mix terdiri dari agregat dan aspal cair yang dicampur pada keadaan panas dan diproduksi oleh Asphalt Mixing Plant (AMP) bedasarkan standar Bina Marga divisi 6 tahun 2010. Pembangunan jalan bersifat moving project serta pemilihan lokasi AMP bedasarkan sumber bahan baku sehingga lokasi AMP jauh dari lokasi penghamparan yang jaraknya melebihi 100km dan membutuhkan pengangkutan aspal hot mix dari Amp ke lokasi penghamparan. Hal ini menyebabkan turunnya temperatur aspal hot mix dari lokasi AMP sampai ke penghamparan dan menyebabkan turunnya kualitas aspal hot mix. Bedasarkan SNI 03-6721-2002, aspal hot mix diproduksi pada temperatur 150?C dan pada saat dilokasi penghamparan suhu minimal aspal hot mix adalah 130?C. Pada penelitian ini penulis melakukan pengukuran kehilangan panas pada aspal hot mix selama pengangkutan yang jaraknya mencapai 127 km, yaitu AMP Bohana Jaya Nusantara Kec. Muara batu Aceh utara dan lokasi penghamparan Kec. Idi Rayeuk Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan truk Mitsubishi Fuso 4x2 dengan kecepatan pengangkutan rata-rata adalah 40 km/jam. Pada penulisan ini, yang dikaji adalah kehilangan akibat perpindahan panas konduksi transient. Besarnya kehilangan panas selama pengangkutan untuk tanpa isolasi adalah 1136.3J/s. Tetapi untuk menghindari kehilangan panas terlampau besar maka diuji pengangkutan dengan truk berisolasi sehingga kehilangan panas menjadi 1028.24J/s. Dengan isolasi maka kehilangan panas selama pengangkutan bisa diperkecil sehingga mutu aspal hot mix lebih bagus.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK