KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PAGI KOTA KUALA SIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PAGI KOTA KUALA SIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG


Pengarang

Sri Wahyu Handayani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berlatar belakang tentang sosial ekonomi dan strategi bertahan hidup
yang dilakukan oleh pedagang kaki lima yang terdapat di Pasar Pagi dan Pasar
Eks.Terminal Lama (Pajak Bawah). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh
informasi tentang kondisi sosial ekonomi dan strategi bertahan hidup pedagang
kaki lima di pasar pagi dan pasar eks.terminal lama (pajak bawah) di kota kuala
simpang kabupaten aceh tamiang. penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melaui observasi dan
wawancara, sumber data yaitu menggunakan data primer dan data sekunder,
teknik menganalisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 50 informan, 27
informan laki-laki dan 23 informan perempuan, dengan kriteria pedagang yaitu
jenis tempat berdagang, besar modal usaha, dan jenis dagangan (sayuran, rempah
dan buah-buahan). Lokasi penelitian ini adalah di Pasar Pagi dan pasar eks.
Terminal lama pajak bawah Kota Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang. teori
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori aksi Talcott Parsons Basis dasar
dari teori aksi Talcott Parsons ini Ialah apa yang dinamakan unit aksi, yang
memiliki empat komponen, keempat komponen tersebut antara lain, eksistensi
aktor, kemudian unit aksi yang terlibat tujuan, lalu situasi-kondisi, sarana-sarana
lainnya, yaitu norma dan nilai-nilai. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat
pendidikan yang paling banyak yaitu pada jenjang pendidikan SMA, rata-rata
pendapatan pedagang Rp. 50.000-100.000, rata-rata jenis dagangan dipilih dengan
alsan lebih untuk di jual, rata-rata modal yang digunakan untuk berdagang
merupakan modal sendiri, hubungan yang ada antara sesama pedagang kaki lima
terjalin dengan baik, strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh pedagang kaki
lima yaitu strategi mengurangi pengeluaran keluarga, melakukan pekerjaan lain,
melakukan peminjaman (hutang) dan dibantu oleh anggota keluarga dalam
memenuhi kebutuhan.

Kata Kunci: kondisi sosial, strategi bertahan hidup, pedagang kaki lima

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK