<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="41481">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA MESIN PENCACAH LIMBAH PELEPAH KELAPA SAWIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairul Azial</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Pelepah kelapa sawit dihasilkan selama proses pemeliharaan tanaman dengan cara penunasan  pelepah, proses pemanenan buah dengan cara melepaskan pelepah disekitar buah dan proses peremajaan  tanaman dengan cara menebang batang beserta pelepah dari tanaman kelapa sawit. Limbah pelepah kelapa sawit dapat diolah menjadi kompos organik. Kompos organik digunakan dalam  usaha konservasi lahan, dan kompos dapat digunakan sebagai bahan substitusi pupuk anorganik dalam  proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan mengenai karakteristik fisik dan mekanik pelepah, petiole dan rachis yaitu berat, panjang dan tebal. Setelah penelitian pendahuluan dilakukan, tahapan selanjutnya dilakukan analisis rancangan unit silinder pencacah, sistem transmisi, desain konstruksi dan mekanisme  kerja mesin sehingga dapat dilakukan pembuatan prototipe. Selanjutnya pengujian fungsional mesin pencacah limbah pelepah kelapa sawit dengan  menggunakan  prototipe yang telah selesai dibangun dilanjutkan dengan ujian fungsional dan diamati hasil cacahan dari prototipe mesin pencacah limbah pelepah sawit. Hasil penelitian menunjukan bahwa cacahan yang keluar terbanyak pada kecepatan 1600 rpm, dengan cacahan bagian pangkal mencapai rata-rata 87,55 %, tengah  rata-rata 87,61 % dan  bagian ujung mencapai rata-rata 87,05 %. Cacahan  tersangkut yang paling besar terjadi pada kecepatan 800 rpm, dengan persentase tersangkut bagian  pangkal mencapai rata-rata 29,29 % dan bagian ujung mencapai rata-rata 24,45 %. Persentase tersangkut bagian tengah paling besar terjadi pada kecepatan 1200  rpm dengan persentase tersangkut mencapai rata-rata 17,24 %. Persentase kehilangan  terbesar terjadi pada kecepatan 1600 rpm dengan kehilangan bagian pangkal rata-rata 5,25 %, tengah rata-rata 3,48 % dan  bagian ujung rata-rata 6,22 %. Waktu yang paling cepat untuk dilakukan pencacahan adalah pada kecepatan 1600 rpm, dengan waktu yang dibutuhkan untuk mencacah bagian  pangkal adalah rata-rata 22 detik, bagian tengah rata-rata 16,6 detik dan bagian ujung rata-rata  9 detik. Kapasitas kerja mesin paling besar adalah pada kecepatan 1600 rpm adalah sebesar 317,83 kg/jam atau sama dengan 76 pelepah per jam.</note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL EQUIPMENT</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>41481</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-06-26 13:54:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-02-07 11:46:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>