Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE
Pengarang
Yose Rizal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1105104010052
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Sapi Aceh termasuk sapi potong tipe kecil, bentuk tubuh dan pola warna bulu sapi
Aceh menyerupai sapi lokal (sapi Madura, Bali, Peranakan Ongole dan Sapi Pesisir)
maupun Zebu yang didatangkan dari India. Beberapa pendapat menyatakan bahwa asal
usul Sapi Aceh diduga berasal dari persilangan antara zebu dan Bos banteng yang terjadi
pada ratusan tahun yang lalu, seperti yang terjadi pada Sapi PO di pulau Jawa.
Sapi Aceh merupakan kekayaan sumberdaya genetik (SDG) dan salah satu rumpun
sapi lokal Indonesia yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Kementerian Pertanian
nomor: 2907/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni2011, bahwa sapi Aceh mempunyai
keseragaman bentuk, fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik
pada keterbatasan lingkungan; sehingga perlu dilindungi, dilestarikan dan dikembangkan
keunggulannya untuk kepentingan pemuliaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik reproduksi sapi Aceh di
Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Penelitian ini telah dilakukan selama satu bulan yang
dimulai dari tanggal 1 sampai dengan 30 Januari 2017 di Kecamatan Pidie Kabupaten
Pidie, yang meliputi empat desa yaitu: Mesjid Runtoh, Meunasah Baroh, Dayah Teungoh,
dan Desa Paya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Kegiatan observasi
langsung dilakukan ke lokasi penelitian yang terdapat peternak pemelihara sapi Aceh
betina. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah peternak pemelihara sapi
Aceh di Kabupaten Pidie pada empat desa yaitu: desa Mesjid Runtoh, Meunasah. Baroh,
Dayah Teungoh, dan Desa Paya. Sebagai Responden adalah sebanyak 40 orang peternak
yang tersebar dalam empat desa pilihan tersebut. Penentuan peternak sebagai responden
adalah dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel responden
disesuaikan dengan kriteria yang memenuhi syarat yaitu peternak yang memelihara
minimal dua ekor sapi Aceh betina yang telah melahirkan dua kali. Setiap desa terpilih
telah diambil sampel masing-masing 10 peternak sebagai responden.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan interview dan wawancara
langsung kepada peternak pemelihara sapi Aceh betina sebagai responden berdasarkan
daftar kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Data yang telah dikumpulkan dari
peternak sapi sebagai responden dalam penelitian ini adalah: (a) data profil peternak,
mencakup kelompok umur peternak, tingkat pendidikan peternak, dan pengalaman
beternak sapi; (b) gambaran umum peternakan sapi Aceh termasuk sistem pemeliharaan
sapi Aceh dan sistem perkawinan sapi di Kecamatan Pidie; (c) Data utama, merupakan
data karakteristik reproduksi sapi Aceh betina dari lokasi penelitian, meliputi: umur
dewasa kelamin (pubertas); umur sapi pertama kali kawin; umur sapi beranak pertama;
perkawinan kembali sapi setelah beranak; jarak sapi beranak (calving interval); dan umur
penyapihan pedet.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik reproduksi sapi Aceh betina di
Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie belum optimal. Rata-rata pubertas sapi Aceh betina di
Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie terjadi pada umur 22,6 bulan (1,8 tahun), sapi Aceh betina kawin pertama kali pada umur 30,6 bulan (2,6 tahun), beranak pertama sapi Aceh betina rata-rata pada umur 39,6 bulan (3,3 tahun), jarak beranak pada sapi Aceh yaitu 12,6
bulan (1 tahun), perkawinan kembali sapi Aceh setelah beranak adalah 6,1 bulan, dan umur
penyapihan pedet 6,5 bulan.
Tidak Tersedia Deskripsi
EVALUASI KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES (Ali Makmur, 2015)
EVALUASI KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES (MULYADI PURNAMA B, 2019)
KAJIAN FAKTOR RESIKO REPEAT BREEDING SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN POTENSI REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA (STUDI KASUS DI KABUPATEN PIDIE) (DJOKO SUBAGYO, 2016)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (LINA RAHAYU, 2018)
KARAKTERISTIK REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA SEBAGAI SUMBER DAYA GENETIK TERNAK LOKAL DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA PROVINSI ACEH (Tiara Fadila Alzahra, 2024)