<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="41331">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN ‘UQUBAT TERHADAP PENYELENGGARA DAN PENYEDIA FASILITAS UNTUK JARIMAH IKHTILATH (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IAH KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRI AMALINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Putri Amalina, &#13;
2018 &#13;
Penerapan  ‘Uqubat  terhadap Penyelenggara dan Penyedia &#13;
Fasilitas untuk  Jarimah Ikhtilath  (Suatu Penelitian di &#13;
Wilayah Hukum Mahkamah Syar’iah Kota Banda Aceh) &#13;
  Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala &#13;
  (v, 55),pp.,bibl.,tabl.,app. &#13;
 &#13;
Nursiti, S.H., M.Hum &#13;
Aceh memiliki keistimewaan menerapkan syari?at Islam, namun  masih &#13;
ada pihak-pihak yang  menyelenggarakan dan menyediakan fasilitas untuk &#13;
Jarimah Ikhtilath. Qanun Aceh Nomor 6  Tahun 2014  Tentang Hukum  Jinayat &#13;
pada  Pasal 25 ayat (2) berbunyi  :“Setiap orang yang dengan sengaja &#13;
menyelenggarakan, menyediakan fasilitas atau mempromosikan  Jarimah &#13;
Ikhtilath, diancam dengan „Uqubat Ta?zir cambuk paling banyak 45 (empat puluh &#13;
lima) kali dan/atau denda paling banyak 450 (empat ratus lima puluh gram) emas &#13;
murni dan/atau penjara paling lama 45 (empat puluh lima) bulan”. &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan bagaimana proses &#13;
penegakan hukum serta hambatan apa saja yang dihadapi aparat penegak hukum &#13;
terhadap penyelenggara dan penyedia tempat untuk Jarimah Ikhtilath. &#13;
Metode  penelitian  dilakukan  dengan menggunakan  pendekatan  yuridis &#13;
empiris. Analisis permasalahan dilakukan dengan mengolah data sekunder yaitu &#13;
bahan-bahan hukum yang diperoleh  dengan mempelajari serta menelaah teori-&#13;
teori, buku-buku, jurnal-jurnal, literatur-literatur hukum serta perundang-&#13;
undangan (library research)  dengan data primer yang diperoleh dari lapangan &#13;
(field research)  yang diperoleh dengan dengan proses mewawancarai secara &#13;
langsung kepada responden dan informan. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penegakan hukum tidak dapat &#13;
dilakukan terhadap penyedia fasilitas untuk  Jarimah Ikhtilath  dikarenakan &#13;
sulitnya mendapatkan alat bukti baik dari barang bukti maupun keterangan saksi, &#13;
hal tersebut berhubungan dengan hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum &#13;
di lapangan yaitu sulitnya membuktikan unsur pasal „dengan sengaja? pada pasal &#13;
25 ayat (2)  Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014  Tentang  Jinayat. Sejak  Qanun &#13;
tersebut berlaku belum ada satupun penyedia tempat yang diproses secara hukum &#13;
dan diterapkan „uqubat. Kurangnya sarana, prasarana serta kualitas dan kuantitas &#13;
sumber daya manusia pada polisi syari?at Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, &#13;
tidak adanya unit khusus terhadap pelanggaran syari?at pada Polresta Banda Aceh &#13;
serta modus yang sangat rapi  juga menjadi hambatan dalam proses penegakan &#13;
hukum. &#13;
Disarankan kepada pemerintah untuk lebih fokus serta berkomitmen penuh &#13;
dalam melaksanakan penegakan syari?at Islam di kota Banda Aceh  dengan &#13;
meningkatkan  sarana dan prasarana serta  kualitas dan kuantitas  sumber daya &#13;
manusia yang memadai pada polisi syari?at Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, &#13;
serta dibentuknya unit  khusus untuk pelanggar syari?at pada Polresta Banda Aceh &#13;
sehingga dapat maksimal dalam menangani kasus pelanggaran syari?at yang &#13;
terjadi. Disarankan pula untuk dilakukannya revisi unsur Pasal 25 ayat (2) Qanun &#13;
Nomor 6 Tahun 2014.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>41331</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-06-25 16:50:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-26 14:16:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>