<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="41221">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN YURIDIS HAK CIPTA SEBAGAI OBJEK JAMINAN FIDUSIA DALAM PERJANJIAN KREDIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>2018 &#13;
ABSTRAK &#13;
NAZILA,  TINJAUAN YURIDIS HAK CIPTA SEBAGAI OBJEK &#13;
JAMINAN FIDUSIA DALAM PERJANJIAN KREDIT &#13;
  FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA &#13;
  (v. 61) pp., bibl. &#13;
 &#13;
Khairani, S.H., M. Hum. &#13;
Dalam Pasal 16 ayat (3) Undang-undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak &#13;
Cipta ditentukan  bahwa “Hak Cipta dapat  dijadikan sebagai objek jaminan &#13;
fidusia”.  Ketentuan ini merupakan regulasi baru  terkait hak cipta  yang tidak &#13;
terdapat pengaturannya di dalam undang-undang sebelumnya. Pada kenyataannya, &#13;
masih  terdapat hambatan  untuk merealisasikan ketentuan  di atas. Hal tersebut &#13;
dikarenakan  terdapat ketidaksesuaian antara peraturan perundang-undangan yang &#13;
satu dengan yang lainnya,  sehingga menimbulkan ketidakpastian  hukum pada &#13;
pelaksanaan pembebanan hak cipta sebagai objek jaminan dalam perjanjian kredit. &#13;
Tujuan penulisan skripsi ini  yaitu  untuk menjelaskan  kedudukan dan &#13;
pengaturan  hak cipta sebagai objek jaminan  dalam  hukum jaminan,  kedudukan &#13;
hak cipta sebagai objek jaminan dalam  perspektif  Undang-undang Nomor 42 &#13;
tahun 1999 tentang fidusia dan peraturan-peraturan di bidang perbankan. &#13;
Cara  memperoleh data dalam penulisan skripsi ini  dilakukan penelitian &#13;
kepustakaan dengan menganalisis  bahan kepustakaan, peraturan perundang-&#13;
undangan, jurnal hukum, dan sumber lainnya. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak cipta ditinjau dari sifatnya belum &#13;
sepenuhnya  memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai objek jaminan  kredit, &#13;
adapun kriteria yang dimaksud yaitu marketable. Hal ini dikarenakan pendaftaran &#13;
hak cipta yang masih bersifat fakultatif sehingga  menimbulkan suatu &#13;
ketidakpastian hukum bagi calon kreditur. Apabila ditinjau dari undang-undang &#13;
fidusia, hak cipta pada dasarnya telah memenuhi syarat-syarat benda yang dapat &#13;
dijadikan  sebagai  objek jaminan, namun undang-undang fidusia tidak mengatur &#13;
secara keseluruhan terkait bagaimana tata cara pengikatan hak cipta sebagai objek &#13;
jaminan  pelunasan hutang, sehingga berdampak pada  sulitnya pengikatan hak &#13;
cipta sebagai objek jaminan kredit. Apabila ditinjau dari peraturan  di bidang &#13;
perbankan, maka  sampai  saat  ini belum terdapat  satu aturan pun yang mengatur &#13;
hak cipta sebagai suatu objek yang dapat dijadikan jaminan pelunasan hutang. &#13;
Disarankan kepada pemerintah untuk mengeluarkan regulasi hukum terkait &#13;
kewajiban pendaftaran suatu ciptaan sehingga  tercapainya kepastian hukum dan &#13;
menumbuhkan minat masyarakat  untuk  menerima hak cipta sebagai objek &#13;
jaminan dalam perjanjian kredit.  Disarankan kepada pemerintah untuk &#13;
memperbaharui pengaturan terkait pembebanan hak cipta sebagai objek jaminan &#13;
fidusia sehingga mengikuti perkembangan yang terdapat di dalam undang-undang &#13;
hak cipta.  Disarankan kepada Otoritas Jasa Keuangan  untuk melakukan &#13;
sinkronisasi antara peraturan di bidang perbankan dengan undang-undang fidusia &#13;
dan undang-undang hak cipta sehingga mempermudah dalam proses pelaksanaan &#13;
hak cipta sebagai objek jaminan dalam perjanjian kredit.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>41221</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-06-25 13:37:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-06-25 14:17:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>