ANALISIS KUALITAS AIR PADA LAHAN SAWAH BERIRIGASI DI WILAYAH PESISIR ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KUALITAS AIR PADA LAHAN SAWAH BERIRIGASI DI WILAYAH PESISIR ACEH BESAR


Pengarang

DIZA MAFTUHAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305106010068

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

DIZA MAFTUHAH. 1305106010068. Analisis Kualitas Air Pada Lahan Sawah Beririgasi Di Wilayah Pesisir Aceh Besar, dibawah Bimbingan Susi Chairani, S.TP, M. Eng sebagai Pembimbing Utama dan Dr. Ichwana, ST, MP sebagai Pembimbing Anggota.

RINGKASAN
Sumber daya alam pesisir saat ini sudah semakin disadari banyak orang merupakan suatu potensi yang cukup menjanjikan dalam mendukung tingkat perekonomian masyarakat.Pemanfaatan lahan yang biasanya digunakan di kawasan pesisir Aceh Besar untuk lahan pertanian misalnya untuk lahan sawah.Pada wilayah pesisir umumnya memiliki kandungan salinitas yang tinggi.Sehingga, diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui kualitas air yang baik pada irigasi lahan sawah di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di lahan sawah beririgasi dengan menggunakan metode Sodium Adsorption Ratio (SAR), persentase Natrium (% Na) dan Residual Sodium Carbonate (RSC) pada 3 (tiga) daerah irigasi (D.I), yaitu D.I Lam Badeuk, D.I Sarah, dan D.I Krueng Kala dan untuk mengetahui produktivitas padi sawah pada daerah-daerah irigasi tersebut.
Analisis kualitas air sesuai dengan parameter yang telah ditentukan yaitu parameter fisika (DHL), parameter kimia (Na, K, B, Ca, Mg, Cl dan Salinitas), serta parameter biologi (Fecal Coliform dan Total Coliform). Selanjutnya dianalisis menggunakan persamaan Sodium Adsorption Ratio (SAR), Persentase Natrium (%Na) dan Residual Sodium Carbonate (RSC).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Daya Hantar Listrik pada ketiga daerah irigasi sangat baik.Kemampuan air untuk menghantarkan listrik meningkat dengan bertambahnya salinitas.Nilai SAR untuk D.I Lam Badeuk, D.I Sarah, dan D.I Krueng Kala adalah 0.67, 0.57 dan 0.54.Nilai SAR pada ketiga daerah irigasi ini tidak banyak mengandung garam walaupun secara geografis berada di wilayah pesisir, sehingga aman digunakan untuk irigasi. Nilai persentase Na untuk D.I Lam Badeuk, D.I Sarah, dan D.I Krueng Kala adalah 11.11 %, 9.25 %, 7.61 %. Persentase Na menunjukkan bahwa ketiga daerah irigasi tersebut dalam kriteria sangat baik. Nilai RSC di D.I Lam Badeuk, D.I Sarah, dan D.I Krueng Kala adalah -0.05 me/L, 1.29 me/L, 0.99 me/L. Nilai RSC pada D.I Lam Badeuk dan D.I Krueng Kala termasuk kedalam Kelas 1 yaitu sangat baik, sedangkan nilai RSC pada D.I Sarah termasuk kedalam Kelas 2 yaitu cukup karena RSC < 1,25 me/L. Kalsium dan Magnesium tidak akan mengendap di dalam tanah, sehingga akan menurunkan kadar Natrium. Hal ini sangat baik digunakan untuk irigasi.Produktivitas padi sawah pada ketiga daerah irigasi ini cenderung meningkat setelah terjadinya tsunami.Hal ini dikarenakan banyak terjadi perbaikan dan penambahan infrastruktur pada irigasi dan drainase.Parameter Fecal Coliform dan Total Coliform menurut PP RI No 82 Tahun 2001 Kelas IV, ketiga wilayah irigasi masih dalam kategori aman digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK