KORELASI FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSISI PERBAIKAN FUNGSI GINJAL PADA PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY PASCA OBSTRUKSI POSTRENAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KORELASI FAKTOR-FAKTOR PREDISPOSISI PERBAIKAN FUNGSI GINJAL PADA PASIEN ACUTE KIDNEY INJURY PASCA OBSTRUKSI POSTRENAL


Pengarang

dr. Lea Darman Husein - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207601010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Bedah / PDDIKTI : 11707

Penerbit

Banda Aceh : Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Ilmu Bedah Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.61

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang: Perbaikan fungsi ginjal pada pasien acute kidney injury (AKI) pasca obstruksi post renal tidak selalu tercapai dan merupakan salah satu faktor risiko menuju penyakit ginjal kronik. faktor-faktor yang mempengaruhi perbaikan fungsi ginjal antara lain durasi gejala, stadium AKI dan derajat hidronefrosis.
Tujuan Penelitian: Mengetahui korelasi faktor-faktor predisposisi perbaikan fungsi ginjal pada pasien AKI pasca obstruksi postrenal.
Bahan dan Metode Penelitian: Penelitian analitik observasional prospektif dengan pendekatan rancangan penelitian potong lintang yang pasien dengan diagnosis AKI post renal beretiologi batu saluran kemih pada periode Agustus hingga November 2017. Perbaikan fungsi ginjal dinilai dengan membandingkan kadar kreatinin sebelum tindakan dengan kadar kreatinin hari ke 3 dan ke 7 pasca tindakan dan menentukan korelasinya dengan lama keluhan, stadium AKI, dan derajat hidronefrosis.
Hasil Penelitian: 66 orang dilibatkan pada analisis penelitian ini. Perbaikan fungsi ginjal ditemukan pada 29 orang (43,9%) pada hari ke 3 dan 47 orang (71,2%) pada hari ke 7 pasca tindakan dan terdapat perbedaan rata-rata signifikan kadar kreatinin sebelum dan setelah tindakan (nilai p < 0,0001). Sebanyak 45 orang (68,2%) pasien mengalami lama keluhan > 30 hari, 36 orang 54,5% mengalami AKI stadium 3, dan 28 oranga (42,4%) memiliki hidronefrosis derajat 4. Baik lama keluhan, stadium AKI, dan hidronefrosis menunjukkan korelasi terhadap perbaikan fungsi ginjal pada hari ke 3 dan ke 7 setelah tindakan (p< 0,05). Pada analisis regresi logistik, hidronefrosis merupakan faktor predisposisi paling berkorelasi untuk perbaikan hari ke 3 (p = 0,0001 [CI 95% 5,724-205,113] dan untuk perbaikan hari ke-7 (p = 0,0001 [CI 95% 3,027-50,447])
Kesimpulan: Faktor lama keluhan, stadium AKI, dan derajat hidronefrosis berkolerasi signifikan pada perbaikan fungsi ginjal pasca obstruksi post renal dengan derajat hidronefrosis merupakan faktor predisposisi yang paling berpengaruh.
Kata Kunci: AKI post renal, Lama Keluhan, Stadium AKI, Derajat Hidronefrosis, Perbaikan Fungsi Ginjal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK