Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH MELALUI PENGEMBANGAN SEKTOR BASIS DI PROVINSI ACEH
Pengarang
Lindariati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0901101010104
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
338.9
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor-sektor mana saja yang dapat dijadikan strategi dalam pengembangan wilayah melalui pengembangan sektor basis di Provinsi Aceh. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model LQ (Location Quotiens ) dan Tipologi Klassen. Berdasarkan hasil perhitungan LQ menunjukkan bahwa strategi pengembangan wilayah di Provinsi Aceh dapat diterapkan pada lima sektor usaha yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, Bangunan & Konstruksi, dan Jasa-jasa. Sektor Perdangangan, Hotel & Restoran, Pengangkutan & Komunikasi termasuk dalam keswasembadaan sektor unggulan di Provinsi Aceh. Sektor Listrik dan Air minum, dan Bank & Lembaga Keuangan Lainnya tidak tergolong kedalam sektor unggulan di Provinsi Aceh. Hasil penelitian dengan menggunakan Tipologi Klassen diperoleh bahwa periode 2003-2005 terdapat 1 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah maju dan cepat tumbuh. Terdapat 1 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah maju tapi tertekan. Terdapat 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah berkembang cepat dan terdapat 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah relatif tertinggal. Periode 2006-2008 terdapat 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah berkembang cepat dan terdapat 4 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah relatif tertinggal. Periode 2009-2011 terdapat 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah berkembang cepat dan terdapat 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh yang termasuk dalam katagori wilayah relatif tertinggal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil saran yaitu diharapkan kepada Pemerintah Aceh perlu dilakukan strategi pengembangan wilayah di Provinsi Aceh dapat diperioritaskan pada lima sektor usaha yaitu pertanian, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, Bangunan & Konstruksi, dan Jasa-jasa.
Kata Kunci : Strategi Pengembangan Wilayah Melalui Sektor Basis
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI IDENTIFIKASI SEKTOR EKONOMI POTENSIAL BAGI PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN KOTA SIBOLGA (Nurhikmah, 2025)
STUDI IDENTIFIKASI SEKTOR EKONOMI POTENSIAL BAGI PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN KOTA SIBOLGA (Nurhikmah, 2025)
STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN ACEH BARAT BERBASISI SEKTOR UNGGULAN DAERAH (Balqis Ratu Saba, 2024)
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN JAGUNG DI PROVINSI ACEH (Yusmaizal, 2017)
STRATEGI PENGEMBANGAN RENCANA PUSAT PERTUMBUHAN BARU DESA SAMAR KILANG KECAMATAN SYIAH UTAMA KABUPATEN BENER MERIAH (Devna, 2022)