TINDAK TUTUR DIREKTIF DOKTER ANAK SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DENGAN PASIEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

TINDAK TUTUR DIREKTIF DOKTER ANAK SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DENGAN PASIEN


Pengarang

RESKY SEPTRINA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200100030

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.914 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Resky Septrina. 2018. Tindak Tutur Direktif Dokter Anak sebagai Strategi Komunikasi dengan Pasien. Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pembimbing (I) Dr. Ramli, M.Pd. dan Pembimbing (II) Dr. Siti Sarah Fitriani, S.Pd., M.A.

Kata kunci: Tindak tutur direktif, konteks tutur, dokter anak, pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) wujud tindak tutur direktif dokter anak sebagai strategi komunikasi dengan pasien dan (2) situasi dan konteks tutur yang terjadi dalam tuturan antara dokter dan pasien. Sumber data penelitian ini adalah tindak tutur direktif yang digunakan oleh dua orang dokter anak terhadap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan (1) kategori tindak tutur direktif yang terdapat dalam data percakapan meliputi tindak tutur direktif permintaan (requestives), tindak tutur direktif pertanyaan (questions), tindak tutur direktif perintah (requirements), tindak tutur direktif larangan (prohibitives), dan tindak tutur direktif nasihat (advisories); (2) kategori konteks tutur yang terdapat dalam data percakapan meliputi konteks fisik, konteks epistemis, konteks linguistik, dan konteks sosial. Adapun wujud tindak tutur direktif yaitu berupa arahan dalam bentuk tuturan meminta, tuturan menanyakan, tuturan menyuruh, tuturan melarang, dan tuturan menasihati. Sementara itu, penafsiran makna tuturan yang disampaikan dokter kepada pasien tidak selalu dapat diketahui secara eksplisit. Penafsiran makna dapat diketahui berdasarkan situasi dan konteks tuturan yang terjadi pada saat tuturan dituturkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kategori tindak tutur direktif yang tidak terdapat dalam percakapan antara dokter dan pasien adalah tindak tutur direktif pemberian izin (permissives) dan konteks tutur selalu menyertai percakapan yang terjadi antara dokter dan pasien.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK