<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="40829">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ZONA LEMAH (WEAK ZONE) MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI PADA AREA MANIFESTASI PANAS BUMI IE JUE SEULAWAH AGAM ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHINAR WAHYUNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Metode seismik refraksi telah digunakan pada daerah manifestasi Ie Jue, Kawasan Gunung Api Seulawah Agam, Seulimuem, Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan zona lemah (weak zone) berdasarkan nilai cepat rambat gelombang P yang diperoleh melalui proses akuisisi data menggunakan metode seismik refraksi, pengolahan data dan interpretasi data. Pengambilan data penelitian dilakukan pada empat lintasan pengukuran yang berada di sekitar area manifestasi panas bumi Ie Jue. Tiap-tiap lintasan menggunakan 24 buah geophone dengan jarak antar geophone yang digunakan adalah tiga meter. Posisi offset diatur pada jarak 30 – 35 meter sehingga total panjang bentangan tiap-tiap lintasan adalah 138 meter.  Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan peralatan Seismograf PASI 16S-24P. Data yang dihasilkan dari alat kemudian dianalisis dengan menggunakan ZONDST2D dilanjutkan dengan perhitungan kedalaman lapisan batuan dengan menggunakan metode Tomografi Seismik Refraksi hingga dihasilkan profil kecepatan 2D bawah permukaan tiap-tiap lintasan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya zona lemah pada lintasan 2 dan lintasan 3 yang diduga sebagai zona rekahan yang dimana merupakan jalur tempat keluarnya manifestasi ke permukaan. Berdasarkan hasil interpretasi profil kecepatan 2D lokasi penelitian, struktur bawah permukaan yang teridentifikasi pada lintasan 1 dan lintasan 4 terdiri dari 3 litologi yaitu pada lapisan pertama diidentifikasikan sebagai tanah permukaan dengan nilai kecepatan gelombang P berkisar antara 0,2 km/s – 1,2 km/s pada kedalaman 0 – 7 meter, lapisan kedua diidentifikasikan sebagai lempung dengan nilai kecepatan gelombang P berkisar antara 1,4 km/s – 2,4 km/s pada kedalaman 5 – 23 meter dan lapisan ketiga diidentifikasikan sebagai batupasir dengan nilai kecepatan gelombang P lebih dari 3 km/s pada kedalaman 20 meter ke bawah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PETROLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>552</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>40829</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-05-31 10:56:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-12-27 11:59:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>