<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="40803">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH KEBIJAKAN MONETER TERHADAP SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SBSN) DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Juaris</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Outstanding Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Indonesia dari sejak awal diterbitkan pada tahun 2008 terus mengalami perkembangan signifikan. Indikator moneter yang sering dihubungkan dengan pasar modal seperti inflasi, kurs dan suku bunga (BI Rate) menunjukkan pola yang berfluktuatif, hal ini akan menghambat pertumbuhan SBSN. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan moneter (inflasi, kurs dan BI Rate) terhadap Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan kontribusi SBSN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia. Dengan menggunakan data runtut waktu bulanan dari periode Januari 2010 hingga Juli 2016 dan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL), hasil analisis menemukan adanya kointegrasi di dalam model penelitian. Sedangkan hasil estimasi ARDL memperlihatkan dalam jangka panjang kurs memiliki pengaruh yang signfikan terhadap SBSN. Sementara inflasi dan BI Rate tidak memiliki pengaruh signfikan terhadap SBSN baik pada jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini juga memperlihatkan adanya kontribusi positif SBSN sebagai pembiayaan defisit dan proyek pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah harus mengoptimalkan sukuk negara dengan cara meningkatkan penerbitan sukuk negara di dalam struktur APBN serta didukung pengendalian inflasi dan nilai tukar. Bagi investor dapat memanfaatkan sukuk negara untuk berinvestasi, hal ini konsisten dengan tingkat suku bunga yang tidak signifikan sehingga investasi ini aman dengan prinsip syariah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SECURITIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MONETARY POLICY - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>332.632</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>40803</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-05-30 12:30:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-12 12:02:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>