HUBUNGAN RESOLUSI KONFLIK DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA PADA USIA PERNIKAHAN 3-5 TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN RESOLUSI KONFLIK DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA PADA USIA PERNIKAHAN 3-5 TAHUN


Pengarang

NADIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306104030058

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nadia. 2018. Hubungan Resolusi Konflik dengan Kepuasan Pernikahan Pasangan Suami Istri Bekerja Pada Usia Pernikahan 3-5 Tahun. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling, fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dra. Nur Janah, Psi., MM., (2) Nurbaity, S.Pd., M.Ed.

Kata Kunci: Resolusi Konflik, Kepuasan Pernikahan, Suami Istri Bekerja, Usia 3-5 Tahun
Setiap hubungan pasti memiliki konflik. Pada dasarnya kepuasan pernikahan akan tercapai apabila pasangan suami istri mampu mengelola konflik dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan uji distribusi frekuensi, korelasi Pearson (pearson product moment corralation), independent sample T-test dan anova serta kualitatif dengan metode wawancara. Subjek yang diteliti berjumlah 103 orang pasangan suami istri bekerja dengan usia pernikahan 3-5 tahun di kecamatan Meuraxa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum resolusi konflik berhubungan sebesar 0.317 (p = 0.001) dengan kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan pada pasangan tercapai dengan menggunakan gaya integrasi (r = 0.305, p = 0.002) dan gaya dominasi (r = 0.366, p = 0.000) dari sub resolusi konflik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa dalam proses penyelesaian konflik, pasangan memulainya dengan gaya kompromi namun setiap individu dari pasangan memiliki gayanya masing-masing dalam penanganan konflik lebih lanjut.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK