<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="40611">
 <titleInfo>
  <title>JUMLAH SEL GOBLET PADA USUS HALUS AYAM KAMPUNG ( GALLUS GALLUS DOMESTICUS ) JUMLAH SEL GOBLET PADA USUS HALUS AYAM KAMPUNG (GALLUS GALLUS DOMESTICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Atikahusnah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan menghitung jumlah sel Goblet pada usus halus ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Penelitian ini menggunakan usus halus dari 3 ekor ayam kampung jantan berumur ±6 bulan. Usus halus dibagi menjadi 3 bagian duodenum, jejenum dan ileum. Pada masing-masing bagian dipotong 2 cm dan ditempelkan diatas kertas karton, usus halus dibuka dan dibilas dengan Neutral Buffered Formalin (NBF) 5% serta difiksasi menggunakan NBF 10% dan dibuat preparat histologi. Dimulai dari fiksasi, dehidrasi, penjernihan, pembenaman, pengecoran dan pemotongan dengan ketebalan 5 µm. Proses selanjutnya dilakukan pewarnaan dengan menggunakan Periodic Acid Schiff. Parameter dalam penelititan ini adalah jumlah sel Goblet per 1000 sel absortif pada vili usus halus bagian duodenum, jejenum, dan ileum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah sel Goblet pada usus halus ayam kampung adalah duodenum (202,0±10,00); jejenum (240,0±17,32) dan ileum (238,6±15,01). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  jumlah sel Goblet pada usus halus ayam kampung (Gallus gallus domesticus) adalah tertinggi pada jejenum, kemudian ileum dan yang paling terendah pada duodenum.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>40611</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-05-21 11:24:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-05-21 11:29:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>