ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI JAMUR ENDOFIT PADA DAUN GELINGGANG GAJAH (CASSIA ALATA) SEBAGAI ANTIBIOTIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI JAMUR ENDOFIT PADA DAUN GELINGGANG GAJAH (CASSIA ALATA) SEBAGAI ANTIBIOTIK


Pengarang

Reza Hidayat - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1208103010034

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Kimia (S1) / PDDIKTI : 47201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tumbuhan Gelinggang Gajah (Cassia alata) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensial sebagai penghasil jamur endofit yang dapat dikembangkan sebagai bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur endofit serta mengindentifikasinya senyawa bioaktif dari jamur endofitnya sebagai antimikroba yang berasal dari tanaman C. alata. Isolasi daun gelinggang gajah menghasilkan strain isolat yang diberi kode GD-D. Isolat jamur endofit difermentasi kemudian di maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan diperoleh ekstrak isolat jamur endofit sebanyak 20 g. Ekstrak etil asetat isolat jamur endofit sebanyak 5 g selanjutnya dikromatografi menggunakan metode kromatografi kolom gravitasi dan diperoleh 4 kelompok fraksi. Selanjutnya Ektrak etil asetat isolat jamur endofit dan masing-masing kelompok fraksi A kemudian diuji terhadap bakteri dan jamur dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil pengujian ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa jenis isolat jamur endofit memiliki bioaktivitas terhadap bakteri dan jamur. Ekstrak etil asetat isolat jamur GD-D menunjukkan aktivitas yaitu dengan zona hambat untuk E. coli (20 mm), S. aureus (22 mm) dan C. albicans (19 mm). Pengujian terhadap fraksi A (padatan) memiliki zona hambat E. coli sebesar (8 mm), S. aureus (8 mm) dan C. albicans (13 mm). Sedangkan pada pengujian aktivitas terhadap fraksi A no. 2 (padatan) zona hambat untuk E. coli (9 mm), S. aureus (8 mm) dan C. albicans (9 mm). Hasil pengujian fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat jamur endofit diduga mengandung senyawa steroid dan terpenoid. Ekstrak etil asetat jamur endofit selanjutnya dilakukan karakterisasi menggunakan spektroskopi FT-IR.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK