<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="40219">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBANDINGAN UDARA DAN BAHAN BAKAR (LPG) TERHADAP TEMPERATUR API PADA TUNGKU PELEBURAN LOGAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairil Munawir</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebijakan Pemerintah tentang penggunaan LPG sedang dikembangkan, baik untuk penggunaan rumah tangga maupun industri skala rumah tangga. Salah satunya adalah industri peleburan aluminium. Salah satu faktor yang mempengaruhi temperatur nyala api untuk peleburan adalah perbandingan udara terhadap bahan bakar. Penelitian ini mengkaji pengaruh perbandingan udara dan bahan bakar (LPG) terhadap temperatur api pada tungku peleburan logam. Sebagai batasan masalah diambil variasi udara lebih yaitu 2.5%, 5%, dan 7.5%. Parameter yang dikaji adalah temperatur nyala api, temperatur material cair, dan waktu peleburan aluminium. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah temperatur nyala api dipengaruhi oleh perbandingan udara dan bahan bakar (LPG).  Temperatur rata-rata nyala api tertinggi adalah 921 OC pada persentase udara lebih 0%, dan terendah berada pada temperatur 905 OC pada persentase udara lebih 7.5%. Kemudian dari hasil penelitian juga didapatkan bahwa temperatur cair aluminium rata-rata mencapai melting point yaitu 660 OC. Dan waktu tercepat untuk meleburkan aluminium dengan massa 700 gr adalah 26 menit. Dengan perbandingan udara dan bahan bakar (LPG) pada udara lebih 5 % dan 7.5%.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>40219</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-23 12:48:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-04-23 14:11:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>