<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="40133">
 <titleInfo>
  <title>MODEL  PENATAAN  JALUR  PEJALAN KAKI DI KAWASAN PEUNAYONG DALAM RANGKA MENDUKUNG WISATA HERRITAGE”</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Annisa Zulfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kota Banda Aceh merupakan sebuah kota yang memiliki magnet tersendiri yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar negeri untuk berkunjung dan menjelajahi berbagai kawasan wisata. Hal ini menyebabkan sebagian besar ruang kota  difungsikan  sebagai  ruang pergerakan.  Salah  satu  fasilitas  yang  mendukung kegiatan tersebut yaitu adanya jalur pejalan kaki, seperti yang terdapat pada Jalan RA Kartini, Peunayong.&#13;
Jalur pejalan kaki berfungsi sebagai jalur aman  yang khusus dipakai oleh pejalan kaki. Hakim (2003) mengemukakan beberapa aspek yang mendukung penyelenggaraan pedestrian secara keseluruhan, yaitu kenyamanan, keindahan, kebersihan, keamanan dan keselamatan. Beberapa elemen yang diperlukan pada jalur pedestrian   yaitu   penerangan,   bangku,   rambu-rambu,   pembatas   jalur,   tanaman peneduh, shelter, tempat sampah, penyebrangan, halte, dan utilitas.&#13;
Lokasi  penelitian  ini  berada  pada  jalur  pejalan  kaki  di  Jalan  RA  Kartini dengan panjang jalan sekitar 275 meter. Kawasan ini didominasi oleh perdagangan dan jasa, sehingga menjadi salah satu area terpadat dan teramai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan observatif dan deskriptif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jalur pejalan kaki pada Jalan RA Kartinii  saat  ini  sangatlah  kurang,  hal  ini  disebabkan  oleh  beberapa kondisi diantaranya keberadaan  pedagang dan penataan  barang dagangan  yang semrawut, kondisi  jalur  yang  licin  dan  penutup  drainase  yang  tidak  rata,  serta  perletakan parkiran kendaraan pengunjung yang tidak tertata dengan baik.&#13;
Oleh karena itu, perencanaan dan penataan jalur kembali diperlukan untuk mendukung efektifitas pemanfaatan jalur pejalan kaki pada Jalan RA Kartini. Hal ini dapat diterapkan dengan beberapa pertimbangan yang berguna untuk merealisasikan perencanaan dan perancangan jalur pejalan kaki tersebut.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci:  ruang kota, jalur pejalan kaki, jalan ra kartini, jalur, perencanaan, penataan kembali&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>40133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-19 09:26:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-04-26 10:46:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>