<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="40079">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN JARAK DISKLUSI GIGI POSTERIOR WORKING SIDE PADA SKEMA OKLUSI CANINE GUIDANCE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ISMA INDIRA YANTHY HARAHAP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Nama	: 	Isma I. Harahap&#13;
Fakultas	: 	Kedokteran Gigi&#13;
Program studi	: 	Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Judul	:	Gambaran Jarak Disklusi Gigi Posterior Working Side Pada Skema Oklusi Canine Guidance&#13;
&#13;
Canine guidance merupakan skema oklusi yang menguntungkan, dimana gigi kaninus akan memisahkan gigi posterior saat mandibula bergerak ke arah working side. Semakin pendek jarak untuk mencapai disklusi akan memliki dampak positif terhadap sistem stomatognati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran jarak disklusi gigi posterior working side pada skema oklusi canine guidance. Penelitian ini merupakan survei deskriptif dengan menggunakan desain penelitian crosssectional dengan jumlah subjek sebanyak 28 orang. Subjek yang memiliki skema oklusi canine guidance akan diperiksa secara klinis jarak disklusi gigi posterior pada working side nya. Patokan jarak disklusi didapatkan dari insisivus sentral maksila yang ditandai dengan marker pen. Setelah itu melihat jarak hilangnya kontak gigi posterior dibantu dengan dental floss. Hasil yang didapatkan dari penelitian pada working side kanan sebanyak 81,8% subjek pada molar dua mengalami disklusi pada jarak 1 mm, 50% subjek mengalami disklusi molar satu pada jarak 1 mm, 54,5% subjek mengalami disklusi premolar satu  dan premolar 2 pada jarak 2 mm.  Hasil yang didapatkan dari penelitian pada working side kiri sebanyak 87% subjek pada molar dua mengalami disklusi pada jarak 1 mm, 60,9% subjek mengalami disklusi molar satu pada jarak 1 mm, 56,5% subjek mengalami disklusi premolar dua pada jarak 2 mm dan sebanyak 69,6% subjek mengalami disklusi premolar satu pada jarak 2 mm. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah jarak disklusi gigi posterior baik sisi kanan maupun kiri paling banyak terjadi pada 1 mm pada molar dua dan molar satu, dan 2 mm pada gigi premolar dua dan premolar satu.&#13;
Kata kunci : disklusi, working side, canine guidance.&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>DENTURES - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TEETH - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>40079</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-04-16 14:01:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-28 09:37:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>