BIOSINTESIS NANOPARTIKEL KALSIUM OKSIDA (CAO) MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIFUNGI ANORGANIK TERHADAP CANDIDA ALBICANS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BIOSINTESIS NANOPARTIKEL KALSIUM OKSIDA (CAO) MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIFUNGI ANORGANIK TERHADAP CANDIDA ALBICANS


Pengarang

RATU BALQIS ROSSANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308103010034

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Kimia (S1) / PDDIKTI : 47201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Biosintesis nanopartikel kalsium oksida (CaO) menggunakan ekstrak dari kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) yang direaksikan dengan senyawa prekursor CaCl2.2H2O telah berhasil dilakukan. Karakterisasi hasil biosintesis menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya ikatan Ca-O ditandai dengan absorbansi maksimum pada panjang gelombang 450 nm. Analisis menggunakan FTIR menunjukkan vibrasi pada bilangan gelombang yang khas untuk CaO yaitu pada 505,35 dan 540,07 cm-1. Hasil analisis SEM menunjukkan ukuran rata-rata partikel CaO hasil biosintesis sebesar 81,45 nm yang berbentuk batang (serat). Analisis lebih lanjut dengan EDX menunjukkan kandungan CaO hasil biosintesis terdiri dari kalsium (29,06%) dan oksigen (43,94%). Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan ukuran rata-rata partikel sebesar 18,98 nm. Aktivitas antifungi nanopartikel CaO terhadap Candida albicans pada konsentrasi 4500, 5900 dan 6600 µg/mL menunjukkan persentase inhibisi berturut-turut sebesar 62,2%, 83,5% dan 91,8%. Aktivitas antifungi nanopartikel CaO 6600 µg/mL lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas CaO 6600 µg/mL berukuran makrometer (87,3%) dan ketokonazol 30 mg/mL (88,1%). Hasil studi ini memberikan informasi ilmiah terkait potensi aplikasi nanopartikel CaO hasil biosintesis menggunakan senyawa ekstrak dari kulit H. polyrhizus sebagai antifungi anorganik terhadap C. albicans yang bersifat ramah lingkungan.

Kata kunci : Nanopartikel CaO, biosintesis, oksida logam, ekstrak kulit buah naga, antifungi anorganik.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK