POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM KEBERAGAMAN SUKU DI DAERAH PERBATASAN PROVINSI ACEH(STUDI PADA SUKU SINGKIL DENGAN SUKU PENDATANG DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

POLA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM KEBERAGAMAN SUKU DI DAERAH PERBATASAN PROVINSI ACEH(STUDI PADA SUKU SINGKIL DENGAN SUKU PENDATANG DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM)


Pengarang

Khusnul Khatimah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010071

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Antarbudaya dalam Keberagaman Suku Di
Daerah Perbatasan Provinsi Aceh (Studi pada Suku Singkil dengan Suku Pendatang
di Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pola komunikasi antarbudaya pada masyarakat dalam keberagaman suku
serta faktor pendukung dan penghambatnya dan bentuk interaksi yang dihasilkan
antara suku Singkil dengan suku Pendatang di Kecamatan Simpang Kiri Kota
Subulussalam. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik. Pendekatan
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan
pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan wawancara secara mendalam serta
observasi non partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi
antarbudaya yang terjadi adalah pola komunikasi sirkular yang ditandai dengan
adanya respon atau feedback antar sesama suku meskipun terkadang terjadi dalam
situasi keberagaman budaya dan bahasa. Komunikasi juga berlangsung secara terus
menerus dan dinamis menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Komunikasi
antarbudaya yang berlangsung tidak terlepas dari faktor penghambat seperti logat dan
intonasi dari komunikan dengan suku tertentu, serta sifat dari Suku Pendatang yang
mengisolasi diri dari lingkungan sosial, namun seiring waktu faktor penghambat
tersebut dapat berubah seiring rasa nyaman tinggal di lingkungan tersebut dan muncul
rasa saling menghargai dan memahami satu sama lain. Sehingga terbentuk interaksi
sosial dengan proses asosiatif dimana terlihat dengan adanya kerjasama untuk
mencapai tujuan bersama lingkungan yang harmonis dengan mengedepankan
musyawarah mencari solusi bersama demi meredam konflik, baik antar sesama suku
atau kelompok mayoritas dan minoritas.

Kata Kunci : Pola komunikasi antarbudaya, keberagaman suku, suku Singkil,
pendatang, perbatasan daerah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK