PERAN PANWASLIH TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK PILKADA 2017-2022 (STUDI PENELITIAN PENYELESAIAN KONFLIK TERKAIT KASUS PERUSAKAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN PANWASLIH TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK PILKADA 2017-2022 (STUDI PENELITIAN PENYELESAIAN KONFLIK TERKAIT KASUS PERUSAKAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Amirul Hadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210103010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Amirul Hadi, 2018
Peran Panwaslih dalam Penyelesaian Konflik
Pilkada 2017-2022 (Studi Penelitian
Penyelesaian Konflik Terkait Kasus
Perusakan Alat Peraga Kampanye di
Kabupaten Aceh Besar)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Syiah Kuala
(Radhi Darmansyah M,Sc)
(X, 73), pp.,tabl.,app
Pemilihan Bupati Aceh Besar telah terselenggarakan, namun peneliti
menganggap bahwa dalam proses penyelenggaraan yang lalu, banyaknya
pelanggaraan- pelanggaran yang terjadi di lapangan, perusakan APK merupakan
pelanggaran yang sampai saat ini belum ada penyelesaian hukum. Panwaslih sebagai
badan pengawas pemilu di suatu daerah memiliki kewajiban untuk melakukan
pengawasan secara maksimal terhadap keberlanjutan dalam s febuah pemilihan.
Panwaslih harus menjadi badan pengawas independen dan dapat memberi harapan
kepada peserta dalam pemungutan suara, sehingga sikap teror atau perusakan lainnya
menjadi tanggung jawab Panwaslih untuk menyelesaikannya sebagai supremasi
hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Panwaslih terhadap
penyelesaian konflik pemilihan di Kabupaten Aceh Besar dan untuk mengetahui
faktor-faktor yang menjadi kendala Panwaslih dalam menyelesaikan konflik. Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.
Pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati dan perilaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panwaslih memiliki peran aktif dalam
menindaklanjuti kasus pelanggaran, namun karena kurangnya bukti, Panwaslih
menggunakan metode pencegahan konflik dan mediasi untuk meminimalkan konflik
antar pendukung. Berdasarkan hal tersebut di atas, Panwaslih harus menjadi panitia
pengawasan pemilihan kepala daerah harus memiliki sikap netral dalam menjalankan
tugasnya, semua tindakan yang melanggar hukum dalam pemilihan harus
ditindaklanjuti sebagai bentuk penegakan hukum dan memberikan pencegah
berdampak pada pelaku pelanggaran. Pemerintah Aceh Besar harus memprioritaskan
dana yang cepat dan memadai kepada panitia pemantauan, melihat luasnya,
pemerintah harus bersinergi dengan panwaslih untuk mencapai pemilihan kepala
daerah Kabupaten Aceh Besar yang bersih, jujur, adil dan bermartabat

Kata kunci: Pilkada, Panwaslih, Konflik

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK