<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39652">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI BEBERAPA BENTUK FORMULASI TRICHODERMA SPP DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fazil</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Fusarium oxysporum  f.sp.  lycopersici  (Fol)  adalah  salah  satu  patogen  tular  tanah  yang &#13;
sangat berbahaya bagi  tanaman tomat, hal  itu  dikarenakan patogen ini mampu bertahan dengan&#13;
jangka  waktu  yang  lama  di  dalam tanah.  Fol  mampu  bertahan  dalam bentuk  klamidospora&#13;
di  dalam  tanah  sampai  10  tahun  atau lebih.  Cendawan  ini  akan  menginfeksi  tanaman  tomat&#13;
mulai pada  fase  pembibitan  y ang  menyebabkan  tanaman  layu  sampai  mati  sehingga  akan &#13;
mengalami gagal panen.&#13;
Cara  alternatif untuk mengendalikan  cendawan Fol agar  sesuai dengan kaidah&#13;
lingkungan  adalah salah satunya  secara biologi yaitu  dengan  memanfaatkan  cendawan&#13;
antagonis  sebagai  agen  biokontrol  yaitu  Trichoderma  spp.  Pembuatan formula  agen&#13;
pengendali  hayati  dalam  bentuk  sediaan  pelet  dan  cair  bertujuan  agar  penggunaannya  lebih&#13;
praktis  pada  saat  aplikasi,  dan  jumlah  biomassanya  lebih  terukur  atau  dapat  terkontrol.&#13;
Selain  itu,  penggunaan  cendawan  antagonis  untuk pengendalian  secara  hayati  harus dalam&#13;
bentuk  formula  yang sesuai  dan  bahannya mudah  didapatkan.  Tujuan dilakukannya penelitian &#13;
ini yaitu  untuk  mengetahui  pengaruh  aplikasi  beberapa  bentuk  formulasi  Trichoderma  spp&#13;
dalam mengendalikan  penyakit  layu Fusarium  pada tanaman tomat&#13;
Penelitian ini menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap  pola  non  faktorial  yang terdiri&#13;
dari  4  perlakuan  dengan  menggunakan 5  ulangan,  setiap  ulangan  terdiri  dari  4  unit tanaman.&#13;
Dengan  demikian  maka  diperoleh 80  unit  tanaman  percobaan.  Susunan perlakuan bentuk&#13;
formulasi  berbahan  aktif  Trichoderma  spp  yaitu  F0  =  Kontrol  (tanpa  perlakuan),F1  = &#13;
Formulasi  pelet  daun  katuk  3  g  (+  10  butir)/polibag,  F2  =  Formulasi  padat  jagung  kering  3 &#13;
g/polibag dan  F3  =  Formulasi  cair  produk  komersil  100  ml/polibag.  Paramater  yang  diamati &#13;
adalah    masa    inkubasi, persentase    tanaman    layu,    tinggi    tanaman    tomat,waktu    berbunga &#13;
tanaman tomat, jumlah buah tomat per tanaman,  berat buah tomat per tanaman  dan persentase&#13;
batang  xy lem yang  terdiskolorasi  tanaman tomat.Aplikasi  beberapa  bentuk  formulasi  Trichoderma  spp  tidak  memberikan  pengaruh &#13;
yang    nyata  terhadap  masa  inkubasi,  waktu  berbunga,  berat  total  buah  per  tanaman  serta &#13;
jumlah  buah  per  tanaman,  namun  mampu  memberikan pengaruh  yang  nyata  terhadap &#13;
persentase layu  tanaman  dan  tinggi  tanaman  serta  persentase batang  yang  xy lemnya &#13;
terdiskolorasi. Perlakuan  terbaik  terdapat  pada  aplikasi  berbentuk formulasi pelet  yang mampu &#13;
menekan  penyakit  layu  hingga  33.00  %,  selain  itu  aplikasi  berbentuk  formulasi  pelet  dan &#13;
formulasi  cair  juga  mampu  meningkatkan tinggi  tanaman  tomat,  selanjutnya  ke-tiga  bentuk &#13;
formulasi  Trichoderma  spp  tersebut  yaitu  formulasi  pelet  daun  katuk,  formulasi  jagung  serta&#13;
formulasi  cair mampu menghambat  persentase  batang  xylem yang  terdiskolorasi  dengan  baik.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PLANT DISEASES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TOMATOES</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39652</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-28 16:08:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-24 08:10:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>