<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39647">
 <titleInfo>
  <title>PERUBAHAN SIFAT FISIKA TANAH DI LAHAN KERING TANAH ULTISOL DENGAN JENIS TANAMAN DAN MULSA JAGUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muzakki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Muzakki. 1205101050063. Perubahan Sifat Fisika Tanah Di Lahan Kering Tanah Ultisol dengan Jenis Tanaman dan Mulsa Jagung. Dibawah bimbingan Hairul Basri sebagai pembimbing utama dan Manfarizah sebagai pembimbing anggota&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
RINGKASAN&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Lahan kering umumnya terdapat didataran tinggi yang ditandai dengan topografi yang bergelombang.  Lahan  kering dikatagorikan sebagai  dataran  tinggi  yang  lahannya lebih banyak curah hujan seperti tanah  masam ultisol (Hasnudi dan Eniza, 2004). Menurut Alibasyah (2016), salah satu jenis tanah yang banyak dijumpai di Indonesia dengan luas sekitar 45,794,000 ha atau 25 % dari luas wilayah daratan Indonesia yang penyabarannya terdapat di beberapa pulau besar adalah tanah ultisol. Erosi dan penurunan kandungan bahan organik yang cepat merupakan salah satu kendala fisik pada tanah ultisol dan sangat merugikan karena dapat mengurangi kesuburan tanah. Secara tidak langsung kerusakan sifat fisik tanah dapat dilindungi oleh tanaman. Dengan adanya tanaman air hujan yang jatuh tidak langsung menghantam permukaan tanah melainkan terlebih dahulu ditangkap oleh tajuk daun tanaman. Penggunaan sisa tanaman sebagai mulsa dapat mengurangi benturan langsung butiran air hujan, efektif menekan aliran permukaan serta erosi, memperbaiki infiltrasi, menjaga kelembaban tanah, mengurangi fluktuasi suhu tanah, dan meningkatkan aktivitas biota tanah. Pada penelitian menggunakan pupuk NPK dengan dosis 400 kg ha-1.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis tanaman dan mulsa jagung dilahan kering tanah ultisol terhadap beberapa sifat fisika tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Teureubeh, Mukim Jantho, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Untuk pelaksanaan  analisis sifat fisika tanah dilaksanakan di Laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian telah dilakukan pada bulan Juni 2016 sampai dengan Januari 2018. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah pola RAK 3 x 4 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti yaitu jenis tanaman (J) dan mulsa jagung (R). faktor pertama adalah jenis tanaman ( jagung, kedelai, kacang tanah ) faktor kedua adalah mulsa jagung ( kontrol, tanpa mulsa, mulsa jagung 5 ton ha-1, mulsa jagung 10 ton ha-1). Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Maka jumlah satuan kombinasi perlakuan adalah 36 satuan percobaan. Parameter yang diamati dalam peneitian ini adalah perubahan beberapa sifat fisika tanah Ultisol yang meliputi: bulk density, porositas tanah, kadar air tanah pF 2,54, pF 3,0, pF 4,2, permeabilitas tanah, indeks stabilitas agregat serta partikel density.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis tanaman berpengaruh nyata terhadap indeks stabilitas agregat tanah dengan nilai tertinggi perlakuan kacang tanah yakni 51,71 %. Pemberian mulsa jagung tidak berpengaruh nyata terhadap bulk densty, porositas tanah, kadar air tanah pF 2,54, pF 3,0 pF 4,2, permeabilitas tanah, indeks stabilitas agregat tanah serta partikel density. Selanjutnya terdapat interaksi yang sangat nyata antara jenis tanaman dan mulsa jagung terhadap partikel density, dengan nilai tertinggi dijumpai pada perlakuan kacang tanah dan mulsa 10 ton yakni 2,25 g cm-3.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL PHYSICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORGANIC MATERIALS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39647</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-28 15:56:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-23 10:48:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>