PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN LONGSOR MENGGUNAKAN SIG DENGAN METODE FUZZY LOGIC DI KECAMATAN LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN TINGKAT KERAWANAN LONGSOR MENGGUNAKAN SIG DENGAN METODE FUZZY LOGIC DI KECAMATAN LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

RASYID ALKHOIR LUBIS - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305108010036

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Bencana terus menerus terjadi dan meningkat seiring berjalan waktu. Indonesia
merupakan salah satu Negara yang rentan terhadap terjadinya bencana seperti banjir,
kekeringan, tsunami, gempa bumi, badai dan longsor. Telah terjadi dan tercatat berbagai
macam kerugian akibat bencana hingga menimbukan korban jiwa di berbagai daerah. Pada
penelitian ini mengkhususkan terhadap bencana longsor. Longsor merupakan bencana
peringkat tiga teratas yang terjadi selama tahun 2016 di Indonesia.
Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu Kabupaten Provinsi Aceh yang
memiliki kategori longsor tinggi dan secara khusus Kecamatan Leupung merupakan salah
satu kecamatan Kabupaten Aceh Besar memiliki t opografi berbukit dan bergunung
sehingga temasuk dalam kategori tinggi terhadap bencana longsor.
Penelitian ini bertujuan mengklasifikasi kategori tinggi tersebut kedalam klasifikasi
tingkat kerawanan baru dan memetakannya guna mengetahui daerah sebaran masing –
masing tingkat kerawanan longsor di Kecamatan Leupung. Kedepannya, pengambilan
kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dalam konteks pengembangan dapat mengacu
kepada hasil penelitian ini dalam upaya mitigasi dan tangguh terhadap bencana longsor.
Adapun faktor faktor yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : curah hujan,
kelerengan, jenis tanah, geologi dan penggunaan lahan. Didalam mengklasifikasikan dan
memetakan tingkat kerawanan longsor dilakukan menggunakan metode fuzzy logic dan
penerapan SIG. Metode fuzzy logic merupakan metode yang menerapkan proses-proses
berfikir manusia melalui perancangan suatu sistem pada perangkat lunak.
Setelah dilakukan pengolahan dan diperoleh hasil bahwa dari 16.828,38 ha luasan
Kecamatan Leupung diperoleh empat kelas tingkat kerawanan longsor yaitu kategori
sangat rendah seluas 893,55 ha (5,31 %), rendah seluas 5.954,14 ha (35,38 %), sedang
9.919,15 ha (58,94 %) dan tinggi seluas 61,54 ha (0,37 %).
Ditinjau dari faktor yang mempengaruhi longsor. Faktor curah hujan, lereng, jenis
tanah dan geologi dominan mempengaruhi tingkat kerawanan longsor. Tetapi, secara relatif
seluruh faktor saling berhubungan dan mempengaruhi sehingga merubah nilai kerawanan
longsor dan tingkat kerawanan longsor yang dihasilkan.
Dari keenam desa di Kecamatan Leupung. Desa Lamseunia memiliki empat tingkat
kerawanan longsor dan memiliki luasan terluas pada setiap tingkat kerawanan longsor
dibandingkan dengan Desa Kecamatan Leupung lainnya. Sementara desa lainnya relatif
hanya memiliki tingkat kerawanan sangat rendah, rendah dan sedang kecuali Desa Mesjid
Leupung yang juga memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK