<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39603">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENGERINGAN BIJI JAGUNG (ZEA MAYS L.) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING SURYA ADRIYARKARA TERMODIFIKASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Athul Fadhli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Athul Fadhli. 1105106010029. Karakteristik Pengeringan Biji Jagung (Zea mays L.)&#13;
Menggunakan Alat Pengering Surya Adriyarkara Termodifikasi. Di bawah bimbingan&#13;
Raida Agustina sebagai pembimbing utama dan Diswandi Nurba sebagai pembimbing&#13;
anggota. &#13;
 &#13;
&#13;
RINGKASAN &#13;
 Pengeringan jagung pipil merupakan proses utama untuk menghasilkan jagung&#13;
pipil yang siap diolah untuk pembuatan tepung jagung. Fungsi dari proses pengeringan&#13;
jagung pipil yaitu untuk menghasilkan jagung pipil yang memiliki nilai mutu yang tinggi&#13;
serta meningkatkan kualitas dan kuantitas jagung pipil yang dikeringkan. Tujuan penelitian&#13;
ini adalah untuk mengkaji karakteristik biji jagung (Zea mays L.) menggunakan alat&#13;
pengering surya termodifikasi. &#13;
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat pengering surya termodifikasi,&#13;
thermometer, humiditymeter, anemometer, solarimeter, dan timbangan digital. Bahan yang&#13;
digunakan adalah jagung pipil dengan kadar air awal 22%. Parameter yang dianalisis&#13;
terkait alat pengering adalah temperatur, kelembaban relatif, kecepatan udara dan iradiasi&#13;
surya. Sedangkan parameter yang dianalisis terkait dengan jagung pipil yaitu kadar air,&#13;
lama waktu pengeringan, laju pengeringan dan organoleptik. Uji pengeringan dilakukan&#13;
terhadap 3,15 kilogram jagung pipil yang masing-masing diberikan 500 gram pada setiap&#13;
rak sebagai bahan yang digunakan untuk proses penimbangan, sisanya diletakkan sesuai&#13;
dengan kapasitas rak pada alat pengering tersebut. Rak yang digunakan terdiri dari dua&#13;
yaitu rak 1 yang terletak pada bagian atas dan rak 2 pada bagian bawah. Pada rak 1 dibagi&#13;
menjadi dua yaitu rak 1A dan 1B, pada rak 2 juga dibagi menjadi rak 2A dan rak 2B. Rak&#13;
A terletak pada sisi kiri dari depan ruang pengering, sedangkan rak B terdapat pada sisi&#13;
kanan dari ruang pengering. Sebelum proses pengeringan menggunakan jagung pipil,&#13;
terlebih dahulu dilakukan uji kosong yang bertujuan untuk melihat tingkat performansi alat&#13;
pengering kolektor surya. Selanjutnya, jagung pipil dianalisis kadar air sebelum dan&#13;
sesudah dilakukan pengeringan.&#13;
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata dalam rak pengering&#13;
sebelum dilakukan modifikasi yaitu 44,4&#13;
o&#13;
C, temperatur rata-rata setelah dilakukan&#13;
modifikasi yaitu 55,5&#13;
o&#13;
C dan temperatur rata-rata rak pengering pada pengeringan&#13;
menggunakan jagung pipil yaitu 46,96&#13;
o&#13;
C. Kelembaban relatif rata-rata dalam rak&#13;
pengering sebelum dilakukan modifikasi yaitu 40,1%, kelembaban relatif rata-rata dalam&#13;
rak pengering setelah modifikasi yaitu 35,1% dan kelembaban relatif rata-rata pengeringan&#13;
menggunakan jagung pipil yaitu 44,45%. Dari hasil pengukuran tersebut menunjukkan&#13;
bahwa nilai temperatur dan kelembaban pada alat setelah modifikasi lebih baik&#13;
dibandingkan sebelum alat dimodifikasi. Kecepatan udara rata-rata dalam ruang pengering&#13;
relatif konstan yaitu 0,7 m/s, sedangkan kecepatan udara rata-rata lingkungan berfluktuasi,&#13;
yaitu 1,1 m/s. Total iradiasi surya selama proses pengeringan yaitu 1848,84 W/m&#13;
. Kadar&#13;
air akhir jagung pipil pada rak 2 lebih rendah dibandingkan kadar air pada rak 1. Kadar air&#13;
akhir pada rak 1A adalah 14,29%, rak 1B adalah 14,47%, rak 2A adalah 13,91% dan 2B&#13;
adalah 14,1%. Proses pengeringan berlangsung selama 6 jam yang dimulai dari jam 08.00&#13;
WIB sampai jam 13.00 WIB. Berdasarkan dari hasil pengujian organoleptik, panelis agak&#13;
menyukai jagung pipil yang dikeringkan menggunakan alat pengering tersebut. &#13;
v &#13;
2</note>
 <subject authority="">
  <topic>DRYING PROCESSES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL MACHINERY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39603</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-28 11:19:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-15 10:26:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>