PENGARUH DOSIS MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH DOSIS MULSA JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.)


Pengarang

Ratna Dewi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305101050064

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ratna Dewi. 1305101050064. Pengaruh Dosis Mulsa Jerami Padi terhadap Pertumbuhan
dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Bawang Merah ( Allium ascalonicum L.) dibawah
bimbingan Rita Hayati sebagai pembimbing utama dan Mardhiah Hayati sebagai
pebimbing anggota.


RINGKASAN



Kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah terus bertambah seiring dengan
bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu
produksi bawang merah perlu ditingkatkan. Dalam sistem budidaya tanaman, mulsa
memiliki peranan yang sangat penting dalam mengurangi kecepatan penguapan air tanah
yang mampu menjaga kelembaban tanah, sehingga ketersediaan air tetap memadai untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh dosis mulsa jerami padi dan varietas serta interaksi
keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah
Kuala Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai
September 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah
Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang
diteliti yaitu dosis mulsa jerami padi (terdiri dari 3 taraf yaitu 5, 10 dan 15 ton/ha) dan
varietas (3 taraf yaitu Bima Brebes, Vietnam dan Bangkok). Parameter yang diteliti yaitu
tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah umbi, bobot berangkasan basah, bobot basah umbi,
bobot berangkasan kering, bobot kering, diameter umbi dan potensi hasil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis mulsa jerami padi berpengaruh sangat
nyata terhadap tinggi tanaman umur 20 hari setelah tanam (HST), jumlah umbi, jumlah
anakan, dan diameter umbi. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 30 HST dan hasil
plot netto sedangkan dosis mulsa jerami berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi
tanaman 10 HST, bobot berangkasan basah, bobot basah umbi, bobot berangkasan kering
dan bobot kering umbi bawang merah. Pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik dijumpai
pada dosis 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat
nyata terhadap tinggi tanaman 10, 20 dan 30 HST, jumlah anakan, jumlah umbi, bobot
berangkasan basah, bobot basah umbi, bobot berangkasan kering, bobot kering umbi,
diameter umbi dan potensi hasil. Pertumbuhan dan hasil varietas terbaik dijumpai pada
varietas Vietnam.Terdapat interaksi yang tidak nyata antara dosis mulsa jerami padi
dengan varietas terhadap semua peubah yang diamati pada pertumbuhan dan hasil tanaman
bawang merah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK