Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEEFEKTIFAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN METARHIZIUM ANISOPLIAE (METSCH) SEBAGAI BIOINSEKTISIDA TERHADAP KEPIK HIJAU (NEZARA VIRIDULA L.) PADA STADIA PERKEMBANGAN YANG BERBEDA
Pengarang
AHMAD ALWI AZHARI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1305101050118
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Nezara viridula (L.) adalah serangga hama (ordo Hemiptera: famili Pentatomidae)
bersifat kosmopolit. Hama ini mempunyai banyak tanaman inang (polifagus) yang memiliki
tanaman inang antara lain kacang-kacangan, kubis-kubisan, jeruk, mangga, tomat, padi dan
lain-lain. Serangan hama ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Salah
satu metoda pengendalian hama yang ramah lingkungan yaitu penggunaan cendawan
entomopatogen. Metarhizium anisopliae merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang
berpotensi sebagai pengendalian hayati pada serangga hama. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendapatkan konsentrasi yang efektif dari cendawan M. anisopliae serta stadia
perkembangan serangga yang paling rentan terhadap cendawan M. anisopliae. Penelitian ini
telah dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan Program Studi Proteksi Tanaman
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan Laboratorium UPTD Balai Proteksi Tanaman
Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan
April sampai dengan Juli 2017.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang
terdiri dari 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan dan
ditambah 3 perlakuan kontrol. Peubah yang diamati meliputi simtomatologi cendawan
M. anisopliae pada N. viridula, masa inkubasi N. viridula (hari), mortalitas N.viridula (%),
persentase penghambatan makan (%) dan waktu kematian (hari).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan entomopatogen M. anisopliae
berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi, mortalitas, persentase penghambatan makan dan
waktu kematian dari N. viridula. Masa inkubasi tercepat pada 8g/ 100 ml yaitu 1,33 hari dan
terlama pada 4g/ 100 ml yaitu 1,44 hari. Masa inkubasi tercepat pada nimfa instar 2 yaitu 1,00
hari dan terlama pada imago yaitu 2,11 hari. Mortalitas tertinggi yaitu pada 8g/ 100 ml sebesar
97,67% dan terendah pada 4g/ 100 ml sebesar 87,78%. pengamatan 8 HSA. Mortalitas
tertinggi terjadi pada nimfa instar 2 sebesar 98,89% dan terendah pada imago sebesar 86,67%
pengamatan 8 HSA. Persentase penghambatan makan tertinggi terdapat pada 8g/ 100 ml
sebesar 59,59% dan terendah pada 4g/ 100 ml sebesar 34,77%. Persentase penghambatan
makan tertinggi terdapat pada nimfa instar 2 sebesar 53,14% dan terendah pada imago sebesar
39,84%. Waktu kematian tercepat pada perlakuan 8g/ 100 ml sebesar 4,49 hari dan terendah
pada perlakuan 4g/ 100 ml sebesar 5,50 hari. Waktu kematian tercepat pada nimfa instar 2
sebesar 4,31 hari dan terendah pada imago sebesar 6,00 hari. Cendawan entomopatogen M.
anisopliae efektif dalam mengendalikan N. viridula pada nimfa instar 2 dengan konsentrasi
8g/ 100 ml.
Tidak Tersedia Deskripsi
EFEKTIVITAS CENDAWAN METARHIIUM ANISOPLIAE PADA BERBAGAI STADIA BRONTISPA LONGISSIMA (Eva Susanti, 2024)
EFEKTIVITAS EKSTRAK GADUNG RACUN TERHADAP MORTALITAS DAN HAMBATAN MAKAN NEZARA VIRIDULA L. PADA STADIA PERKEMBANGAN YANG BERBEDA (Abdul Rahman, 2024)
EFEKTIFITAS JAMUR METARRHIZIUM ANISOPLIEA (METCH) TERHADAP HAMA KEPIK HIJAU (NEZARA VIRIDULA L.) PADA TANAMAN KEDELAI (Suryati, 2024)
UJI KERAPATAN KONIDIA METARHIZIUM ANISOPLIAE ISOLAT TANGSE SEBAGAI BIOTERMITISIDA TERHADAP HAMA RAYAP SECARA IN-VITRO (Heri Safrijal, 2017)
PENGGUNAAN BERBAGAI KONSENTRASI CENDAWAN METARHIZIUM ANISOPLIAE UNTUK MENGENDALIKAN LARVA DAN PUPA BRONTISPA LONGISSIMA (Lia Dewi handayani, 2024)