<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39565">
 <titleInfo>
  <title>UJI MASA SIMPAN PELET TRICHODERMA HARZIANUM DAN KEMAMPUANNYA DALAM MENGHAMBAT PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA BIBIT TOMAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKA MUSFIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu komoditas pertanian yang&#13;
ditanam secara luas di  seluruh dunia, termasuk di Indonesia, karena  memiliki rasa yang &#13;
khas dan enak,  juga memiliki nilai gizi seperti sumber vitamin A dan C yang sangat baik.&#13;
Produksi tomat mengalami penurunan setiap tahun, salah satunya diakibatkan oleh&#13;
organisme penganggu tanaman (OPT) yaitu patogen  Fusarium  oxysporum  sehingga perlu &#13;
dilakukan pengendalian  hayati  yaitu menggunakan  Trichoderma harzianum  dalam bentuk &#13;
formulasi pelet yang praktis, efektif, dan efesien.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan  Acak Lengkap (RAL)  non faktorial  yang &#13;
terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 10 unit bibit tomat.&#13;
Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan yaitu perlakuan A (masa simpan  pelet  T. harzianum&#13;
4 minggu), B  (masa simpan  pelet  T. harzianum  3  minggu), C (masa simpan  pelet  T. &#13;
harzianum  2  minggu), D (masa simpan  pelet  T. harzianum  1  minggu), E (masa simpan&#13;
pelet  T. harzianum  0  minggu), F (tanpa perlakuan pelet  T. harzianum).  Peubah yang &#13;
diamati yaitu  pre-emergence damping off,  post-emergence damping off, masa inkubasi, &#13;
persentase tanaman layu, tinggi tanaman, dan jumlah daun.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan  bahwa  pelet  T. harzianum  yang disimpan 4 minggu &#13;
efektif dalam menghambat perkembangan penyakit layu fusarium seperti menunda  masa&#13;
inkubasi sampai 7 HSI, menekan pre-emergence damping off sampai 90%, post-emergence &#13;
damping off  92,95%,  serta  mampu meningkatkan tinggi tanaman  sampai 19,63 cm  dan &#13;
meningkatkan jumlah daun rata-rata 7 helai pada 35 HSI.</note>
 <subject authority="">
  <topic>PLANTS-DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-28 08:24:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-22 08:30:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>