<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39564">
 <titleInfo>
  <title>PERLAKUAN BIOPRIMING KOMBINASI EKSTRAK TOMAT DAN TRICHODERMA SPP. TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH TERUNG (SOLANUM MELONGENA L.) KADALUARSA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saidina Ramadhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Benih merupakan suatu organisme hidup yang mengalami fase pertumbuhan dan&#13;
perkembangan serta kemunduran. Benih yang mengalami kemunduran akan memberikan&#13;
pertumbuhan dan hasil yang buruk apabila digunakan dalam usaha budidaya. Oleh sebab&#13;
itu benih tersebut harus diberi perlakuan pra tanam terlebih dahulu. Salah satu perlakuan&#13;
yang dapat digunakan untuk memperbaiki perkecambahan benih adalah  priming.  Priming&#13;
merupakan kegiatan hidrasi secara perlahan sebelum benih dikecambahkan, dalam proses&#13;
priming  juga dapat menggunakan bahan organik yang bersumber dari ekstrak buah -&#13;
buahan.  Perlakuan  priming  juga dapat dikombinasikan dengan pemberian agensia hayati&#13;
yang disebut dengan  biopriming. Agensia  hayati yang digunakan adalah mikroba yang&#13;
mampu menghasilkan hormon pertumbuhan seperti Trichoderma spp. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk  untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak&#13;
tomat dan spesies  Trichoderma  spp.  serta  interaksi antara konsentrasi ekstrak tomat dan&#13;
spesies  Trichoderma  spp.  terhadap viabilitas dan vigor benih terung yang telah mengalami&#13;
kemunduran. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program&#13;
Studi Agroteknologi  dan Laboratorium Penyakit Tanaman Program Studi Proteksi&#13;
Tanaman  Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, yang berlangsung pada bulan&#13;
Agustus sampai dengan Oktober 2017. &#13;
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  benih terung varietas&#13;
Bungo F1 kadaluarsa sebanyak 925 butir, 1 kg buah tomat,  T. harzianum, T. asperellum,&#13;
akuades,  Potato Dextrose Agar  (PDA), campuran tanah dan kompos (1:1), karet, plastik&#13;
anti panas, tisu, kertas merang dan kertas label   dan bahan-bahan lainnya yang diperlukan&#13;
dalam pelaksanaan penelitian ini. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini&#13;
yaitu gelas ukur, erlenmeyer, cawan petri,  autoclave, mikroskop, haemacytometer,  scalpel,&#13;
pinset, blender, oven, mixer,  aerator,  Laminar Air  Flow Cabinet  (LAFC), desikator,&#13;
saringan, corong plastik, tray plastik ukuran 34 x 25 x 4,5 cm, timbangan analitik dan alat&#13;
tulis dan berbagai peralatan lainnya yang dibutuhkan dalam penelitian ini.&#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)&#13;
pola faktorial.  Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak tomat (K), yang terdiri atas 4&#13;
taraf, yaitu K&#13;
0&#13;
= Kontrol (Konsentrasi ekstrak tomat 0%);  K1&#13;
= Konsentrasi ekstrak tomat&#13;
10%;  K2  = Konsentrasi ekstrak tomat 15%;  K3  = Konsentrasi ekstrak tomat 20%.  Faktor&#13;
kedua adalah spesies  Trichoderma  spp.  (T), yang terdiri atas 3 taraf, yaitu T&#13;
0&#13;
= Tanpa&#13;
Trichoderma;  T1&#13;
= Benih diinkubasi dengan  T. harzianum;  T2&#13;
= Benih diinkubasi dengan&#13;
T. asperellum.  Masing-masing taraf percobaan dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Peubah&#13;
yang diamati adalah Potensi Tumbuh Maksimum (PTM), Daya Berkecambah (DB), Indeks&#13;
Vigor (IV), Kecepatan Tumbuh (KCT), Keserempakan Tumbuh (KST) dan T50 (hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terjadi interaksi yang nyata akibat perbedaan &#13;
jenis  Trichoderma  dan konsentrasi ekstrak buah tomat pada semua peubah yang diamati &#13;
kecuali daya berkecambah.  Perubahan nilai pada suatu peubah akibat peningkatan &#13;
konsentrasi ekstrak buah tomat tergantung pada jenis  Trichoderma  spp.  yang digunakan. &#13;
Konsentrasi ekstrak buah tomat  terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih &#13;
terung kadaluarsa  dijumpai pada konsentrasi ekstrak buah tomat 10%, baik yang &#13;
dikombinasikan dengan  T. harzianum  maupun  T. asperellum.  Jenis  Trichoderma  spp.&#13;
terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih terung kadaluarsa   dijumpai pada  T. &#13;
harzianum  pada semua konsentrasi ekstrak buah tomat.  Kombinasi terbaik untuk &#13;
meningkatkan viabilitas dan vigor benih terung kadaluarsa dijumpai pada kombinasi &#13;
perlakuan konsentrasi ekstrak buah tomat 10% dengan  T. harzianum.  Pada peubah daya &#13;
berkecambah terjadi peningkatan nilai sebesar 22,62%.</note>
 <subject authority="">
  <topic>SEEDLING-NURSERY PRODUCTION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TOMATO</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39564</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-28 08:20:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-28 09:08:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>