<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39551">
 <titleInfo>
  <title>PENGAMATAN WAKTU REGRESI TIMUS PADA AYAM ALPU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KAMILIYATUL FADHILAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAH HEWAN  UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGAMATAN WAKTU REGRESI TIMUS PADA&#13;
AYAM ALPU&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah lobus dan waktu regresi timus pada&#13;
ayam ALPU. Pada penelitian ini digunakan sebanyak 76 ekor ayam ALPU yang&#13;
terdiri dari 38 ekor jantan dan 38 ekor betina dengan kisaran umur 1 sampai&#13;
dengan 19 minggu. 2 ekor ayam jantan dan 2 ekor ayam betina disembelih setiap&#13;
minggu dan diambil timusnya lalu dihitung jumlah lobusnya dan ditimbang&#13;
beratnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terlihat adanya&#13;
peningkatan berat timus pada umur 1–15 minggu. Timus mencapai berat maksimal&#13;
pada umur 15 minggu. Penurunan berat timus terjadi pada umur 16–17 minggu.&#13;
Timus mengalami regresi pada umur 18 – 19 minggu. Jumlah lobus timus pada&#13;
ayam ALPU berkisar 5–9 lobus. Hasil t-test rata–rata berat timus ayam ALPU&#13;
menunjukkan bahwa berat timus ayam ALPU jantan fase starter dibandingkan&#13;
dengan fase grower hasilnya signifikan atau berbeda sangat nyata &#13;
(p0,05). T-test berat timus ayam ALPU  betina menunjukkan&#13;
bahwa berat timus fase starter dibandingkan ayam fase grower hasilnya signifikan&#13;
atau berbeda nyata &#13;
(p0,05). Dapat disimpulkan bahwa&#13;
jumlah lobus timus pada ayam ALPU adalah 5–9 lobus dan waktu regresi timus&#13;
terjadi pada saat ayam berumur 18–19 minggu.</note>
 <subject authority="">
  <topic>HORMONES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHEMISTRY - EXPERIMENTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKEN MEET</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-27 20:22:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-21 09:35:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>